Kepahlawanan Kiai Brayut dari Dinding Jataka Borobudur

Relief Kiai Brayut terdiri atas empat panel. Letaknya di lantai kedua, lorong pertama sisi barat Candi Borobudur yang juga warisan budaya dunia itu. Relief itu bagian dari deretan kisah Jataka, yakni tentang kehadiran Sang Buddha sebelum Pangeran Sidharta atau Bodhisatwa.

Terkait dengan relief Kiai Brayut itu, pada panel pertama Sang Bodhisatwa dikisahkan terlahir sebagai kura-kura raksasa. Panel kedua menceritakan, ratusan orang dalam perahu sedang menghadapi bahaya gelombang besar dan terancam ikan buas yang digambarkan sebagai relief buaya.

Panel ketiga berisi tentang kedatangan kura-kura yang juga Bodhisatwa tersebut untuk menolong mereka. Orang-orang itu naik punggung kura-kura, lalu diantar ke pantai dengan selamat, sedangkan panel keempat bercerita tentang kura-kura yang menawarkan tubuhnya untuk dimakan orang-orang yang diselamatkan itu karena mereka kelaparan.

Banyak relief di dinding Candi Borobudur mengisahkan tentang nilai-nilai kepahlawanan. Baik berupa fabel maupun cerita perjalanan kehidupan Sidharta hingga mencapai kesempurnaan sebagai Sang Buddha.

Fabel Kiai Brayut, sebagai salah satu kisah bermuatan nilai-nilai pengorbanan dan jiwa kepahlawanan yang ditorehkan di Candi Borobudur oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kisah Kiai Brayut dari Candi Borobudur relevan jika dihadirkan sebagai cermin harapan seluruh komponen bangsa. Terutama dalam menghadapi persoalan kompleks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Baik menyangkut kehidupan politik, ekonomi, sosial, hukum, keamanan, pertahanan, maupun budaya.

*Berbagai sumber


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan