Guna Pemugaran Cagar Budaya

Peninggalan-peninggalan yang memiliki nilai sejarah, arsitektur dan budaya perlu dilindungi dan dilestarikan. Jika tidak, peninggalan tersebut akan kehilangan identitas dan maknanya, yang tidak lain adalah identitas manusia serta masyarakat yang ada disekitarnya.

Perlindungan peninggalan-peninggalan dilakukan melalui konservasi dan pemugaran. Pemugaran merupakan salah satu tahap konservasi (conservation), di mana yang terakhir ini meliputi semua proses merawat tempat dengan tujuan mempertahankan signifikansi budayanya.

Konservasi meliputi pemeliharaan (maintenance), pelestarian (preservation), restorasi, rekonstruksi dan adaptasi. Pemugaran dilakukan agar peninggalan dan informasi-infomasinya dapat diteruskan kepada generasi mendatang, bukan saja dalam bentuk cerita dan gambar melainkan dalam wujud yang nyata.

Dengan demikian pelestarian peninggalan arsitektur tersebut menjadi sangat penting karena dapat dipakai sebagai identitas atau karakter budaya suatu tempat atau bangsa. Masalahnya, saat ini banyak peninggalan arsitektur mengalami kerusakan, runtuh atau dibongkar. Dengan kondisi tersebut upaya untuk melakukan pemugaran banyak dilakukan.

Permasalahan yang terjadi pada pemugaran cagar budaya adalah pola pemugaran yang tidak mengikuti sebuah sistem yang konsisten. Secara khusus, pada bangunan peninggalan candi berbahan batu, cara pelaksanaan pemugaran yang menyimpang berpotensi besar mempengaruhi nilai arsitektur terutama bentuk yang menjadi karakter keaslian estetika candi.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan