Gelaran Tari Tradisional Di Keraton Ratu Boko

Gelaran Tari Tradisional Di Keraton Ratu Boko

Pagelaran Tari Tradisional khas Yogyakarta akan ditampilkan dalam Tari Jelang SUnset yang diadakan di pelataran Keraton Ratu Boko, 7-8 September 2019. Kedua tarian ini adalah Beksan Srikandi Suradewati dan Sendratari Dyah Bhumijaya.

Selama dua hari, tarian ini akan dipertontonkan pada masyarakat yang berkunjung ke Kraton Ratu Boko. Ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan ke situs bersejarah di Yogyakarta ini.

“Gelaran tarian jelang sunset ini akan menjadi salah satu agenda rutin Ratu Boko ke depan, sehingga diharapkan dengan program ini pengunjung akan semakin tertarik berkunjung ke Ratu Boko ini. Program ini juga menjadi usaha kami untuk berupaya ikut melestarikan kebudayaan Indonesia,” kata GM Unit Keraton Ratu Boko, Wiharjanto, di Yogyakarta, Selasa (3/9/2019).

Tarian ini disuguhkan jelang matahari terbenam yang akan membuat suasana lingkungan menjadi semakin syahdu. Pagelaran tarian jelang sunset ini merupakan agenda periodik yang melibatkan sejumlah komunitas seni di Yogyakarta dan sekitarnya.

Tari Beksan Srikandi Suradewati merupakan tarian klasik gaya Yogyakarta yang mengambil cuplikan cerita Mahabarata, tentang pertempuran antara Srikandi dengan Suradewati. Hal ini disebabkan karena Suradewati diminta tolong oleh Prabu Dasalengkara untuk melamar Dewi Siti Sendari yang merupakan keponakan dari Dewi Srikandi.

Namun Dewi Siti Sendari sudah dijodohkan dengan Abimanyu, putra Raden Arjuna. Sehingga tawaran Suradewati terpaksa ditolak. Meski demikian, Suradewati tetap memaksa sehingga terjadilah pertempuran antara keduanya.

Tak hanya Beksan Srikandi Suradewati saja, ada pun tarian khas Yogyakarta lain yang turut ditampilkan selama 2 hari ini. Yaitu Sendratari Dyah Bhumijaya. Pada sendratari ini terdapat adegan pensucian oleh pendeta yang dilanjutkan dengan Sedekah Bumi dengan memberikan hasil bumi umbi-umbian kepada para pengunjung.

“Diharapkan dengan pagelaran ini pengunjung bukan sekadar terhibur tetapi juga dapat pulang dengan membawa kesan yang tak terlupakan,” tutupnya.

Sumber: kumparan.com


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan