Dirut TWC: Kami Ingin Pembangunan Borobudur Meluas

Seiring dengan pencanangan Borobudur sebagai 10 Destinasi Bali Baru banyak hal dilakukan oleh pemerintahan pusat untuk mendukung hal itu. Selain pembangunan infrastruktur untuk menunjang kawasan pariwisata, keberadaan Candi Borobudur yang merupakan Warisan Budaya Dunia juga perlu dijaga keharmonisan serta kelestarian bangunannya.

Guna menunjang hal itu, diperlukan kerjasama dengan beragam stakeholder, untuk melakukan penyebaran wisatawan yang merata, tidak hanya berada di kawasan Candi Borobudur saja, namun juga wilayah lain seperti Yogyakarta, Solo dan Semarang.

“Bahwa apa yang kita lakukan di TWC ini tidak lagi Borobudur sentris, tapi juga mencakup wilayah Joglosemar. Kita lihat saat ini, wisatawan langsung tertuju ke Candi Borobudur saja. Jika kita lihat Angkor Wat, di sana mereka bisa bertahan, karena kawasan Angkor Wat sendiri lebih dari 700 hektar, dan memiliki banyak situs lainnya. Kita tidak boleh terpaku oleh Borobudur saja,” Terang Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono saat memberikan tanggapannya dalam acara pembahasan Visitor Management Plan di Ruang VIP Kantor Pusat PT TWC, Jumat (18/1/2020).

Hal ini, menurut Edy sesuai dengan pesan dari Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke Candi Borobudur, tahun lalu. “Dalam rapat terbatas, Presiden menyampaikan bahwa Candi Borobudur harus mensejahterakan masyarakat di sekitarnya,” terangnya.

Menurut Edy, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan cluster pariwisata di Joglosemar. “Kita harus melakukan dua hal penting untuk emngembangkan destinasi wisata di joglosemar, standarisasi fasilitas harus dilakukan. Selain itu standar pelayanan harus juga dibentuk untuk menjaga pelayanan tetap prima.” Ujarnya.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan