Dampak Virus Corona Pada Pariwisata Di Jateng

Dampak penyebaran Virus Corona pada kunjungan wisata di Jawa tengah tidak signifikan, kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sinung Nugroho Rahmadi.

"Dampak virus Corona pada wisatawan ada, tetapi tidak signifikan, karena wisatawan China yang berkunjung ke Jateng menduduki ranking 7 atau sekitar 0,25 persen," katanya di Magelang, Kamis.

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai sebanyak 691 ribu orang. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibanding kunjungan wisman ke Jawa Tengah tahun 2018, yang hanya mencapai 677 ribu orang.

Dari angka tersebut, jelas Sinoeng, wisman dari Cina menempati urutan ke tujuh dengan persentase 0,52 persen atau sekitar 34 ribu sampai 35 ribu kunjungan.

Selain itu, katanya, kejadian penyebaran Virus Corona itu saat musim sepi atau sedang tidak dalam liburan. Sebagian besar kunjungan ke Jateng dalam rangka seminar dan pembelajaran bisnis.

Data Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Tengah didominasi oleh wisman asal Perancis, Belanda, Malaysia, Thailand, Singapura dan berikutnya Cina.

Jawa Tengah sendiri menargetkan kunjungan wisman pada tahun ini mencapai 850 ribu orang wisatawan. Guna menyiasatinya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan promosi ke pasar pariwisata yang masih minim, seperti Timur Tengah, Uni Emirat Arab, Turki dan sebagainya.

Adapun, destinasi wisata candi masih menjadi favorit bagi wisman yang datang ke Jawa Tengah masih Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, dengan jumlah kunjungan mencapai 240 ribu wisman.

Berikutnya secara berurutan adalah Candi Prambanan di perbatasan Klaten dengan total 171 ribu kunjungan wisman dan Wisata Kota Lama Semarang dengan 61 ribu kunjungan wisman.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan