Bagaimana Suatu Destinasi Dapat Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Beberapa waktu lalu, objek pertambangan batubara era kolonial Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), baru saja resmi masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia kategori Budaya UNESCO pada tahun ini. Sebelumnya terdapat empat situs bersejarah di Tanah Air yang telah masuk daftar bergengsi dunia tersebut, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, dan Persawahan Subak di Bali.

Penetapan masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO memerlukan diskusi dan waktu yang panjang dengan pakar dari 21 negara, tak terbatas dari Eropa atau Amerika saja. Suatu negara boleh menominasikan cagar budaya atau alamnya. Lalu komite UNESCO akan menilai setiap nominasi yang masuk.

Ada sepuluh poin utama destinasi bisa ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Poin tersebut yaitu mewakili karya jenius kreatif manusia, menunjukkan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan yang penting, menjadi saksi kesaksian atas tradisi budaya atau peradaban yang hidup atau yang telah hilang, dan menjadi contoh luar biasa dari jenis bangunan atau teknologi penting dalam sejarah manusia.

Lalu nominasi tersebut dinilai merupakan contoh luar biasa dari pemukiman tradisional manusia, terkait dengan peristiwa atau tradisi yang hidup, mengandung fenomena alam superlatif atau area keindahan alam yang luar biasa dan kepentingan estetika, dan menjadi contoh luar biasa yang mewakili tahapan utama sejarah bumi.

Kemudian nominasi tersebut mampu menjadi contoh luar biasa yang mewakili proses ekologis dan biologis yang signifikan serta mengandung habitat alami untuk konservasi keanekaragaman hayati.

Kira-kira destinasi di Indonesia apa lagi ya Sahabat Wisata yang bisa masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ini?

 
 
 

Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan