Ayo ke Candi Sewu, Tanamkan Cinta Cagar Budaya Kepada Generasi Muda

Program “ Ayo ke Candi Sewu “ kerjasama antara Taman Wisata Candi Prambanan bersama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, Divisi Cagar Budaya Taman Wisata Candi serta Radio Taman Wisata Candi mengajak siswa sekolah sekitar Prambanan untuk berkunjung ke Candi Sewu. Untuk pelaksanaan hari ini Senin 21 Agustus 2017 bersama dengan siswa – siswi SMA dan SMK Berbudi Gantiwarno Klaten.

Dalam program “ Ayo ke Candi Sewu " ini para siswa diajak untuk menyaksikan film Manjusrighra di Studio Audio Visual Candi Sewu, mengunjungi Museum Candi Sewu dan menyaksikan perawatan, pemugaran serta pemeliharaan di Candi Sewu. Setelah mengunjungi Candi Sewu, para siswa kemudian belajar membuat redaksional pemberitaan di Museum Candi Prambanan serta berlatih siaran di Radio Taman Wisata Candi.

Beberapa waktu yang lalu, Kepala Unit Taman Wisata Candi Prambanan Pujo Suwarno mengatakan program ini adalah salah satu program edukasi ke anak – anak sekolah khususnya anak SMA yang pada periode ini diprioritaskan anak sekolah disekitar kawasan Prambanan.

“ Program ini adalah salah satu upaya bagaimana mengenalkan kepada siswa agar mereka bisa tumbuh satu rasa kecintaan mengenai cagar budaya. Dan ini kedepan destinasi kunjungannya tidak hanya ke Candi Sewu saja tetapi juga ke candi – candi yang lain, seperti Candi Plaosan, Sojiwan, Keraton Ratu Boko termasuk juga kemungkinan ke Candi Borobudur. “ kata Pujo.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti program “ Ayo ke Candi Sewu “. Mereka terlihat mencatat setiap keterangan yang di berikan oleh narasumber dari BPCB Jawa Tengah. Para siswa juga terlihat asyik mendengarkan teman – teman mereka yang mempresentasikan hasil pembuatan berita yang telah dikerjakan oleh masing – masing kelompok melalui siaran Radio Taman Wisata Candi. Sepuluh orang siswa yang membuat berita terbaik mendapatkan tiket menonton pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan.

Salah seorang guru pendamping Muryanto mengharapkan agar kegiatan – kegiatan seperti ini terus dilanjutkan. Selain itu Muryanto juga mengharapkan agar ada miniatur – miniatur untuk menambah keindahan lingkungan. Muryanto juga menambahkan agar metode pengenalan Kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah dan DIY serta seluruh Indonesia dimohonkan ijin kepada Kementerian Pendidikan agar dimasukkan kedalam media pendidikan secara resmi agar dapat dimasukkan kedalam bidang studi khusus dan bukan hanya pada sejarah saja.

 

Kategori Berita