Audiensi Dengan Animal Friends Jogja Terkait Kesejahteraan Gajah Borobudur

Gajah merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah karena jumlah yang semakin berkurang di Indonesia terutama satwa gajah sumatera yang saat ini jumlahnya semakin berkurang. Manajemen PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (persero) Unit Borobudur diberikan mandat oleh pemerintah untuk merawat 5 ekor gajah sumatera sejak tahun 1991 yang lalu.

Dengan adanya petisi yang dikirimkan oleh Animal Friends Jogja berkaitan dengan kesejahteraan satwa gajah, manajemen mengadakan audiensi yang dihadiri oleh Kepala Balai Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Ir. Suharman MM, Direktur Gembira Loka Zoo KMT A. Joko Tirtodirprojo, Animal Friends Jogja Melani Subono, General Manager Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, Manager Administrasi dan Umum Leonardus Adityo Nugroho, Konsultan Satwa Borobudur Drh. Machmud Asvan, serta Akademisi FKH UGM Drh. Hery Wijayanto.

Kepala BKSDA Jawa Tengah Ir. Suharman MM menanggapi dengan baik usulan dari Animal Friends Jogja terkait dengan kesejahteraan hewan, menurut Suharman dan pihak-pihak terkait Candi Borobudur bahwa gajah yang berada disini sebenarnya sudah sejahtera, karena gajah di Candi Borobudur dirawat dengan sebaik mungkin dan rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi gajah disini.

Saat gajah di Candi Borobudur di tunggangi 2-3 orang tidak akan mempengaruhi struktur tulang pada gajah, karena tulang gajah berbeda dengan sapi, dan kuda, konstruksi tulang gajah mampu menahan beban yang lebih besar dari berat gajah tersebut, ujar Dokter Herry.

Menurut Joko selaku Direktur Gembira Loka Zoo menjelaskan bahwa Gajah Sumatera di Candi Borobudur ini diberikan perawatan yang ekstra, karena pelatih atau pawang gajah sendiri pun sudah dibina dari balai konservasi dan sangat terlatih dalam merawat segala binatang termasuk gajah itu sendiri, serta gajah tersebut juga diperhatikan pola makannya terkait dengan kandungan gizi dari makanan gajah tersebut, tidak hanya itu kelakuan gajah sendiri juga diperhatikan serta diperlakukan dengan baik sesuai karakter gajah tersebut.

Hutan di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang signifikan akibat aktifitas pembalakan liar, pembukaan ladang pertanian baru, serta perburuan yang semakin marak terjadi, sehingga binatang-binatang di hutan khususnya gajah terancam populasinya karena semakin berkurangnya habitat asli dan bahan pangan gajah itu sendiri. Sehingga dari pemerintah melakukan upaya konservasi terhadap gajah Sumatera dengan memberikan mandat kepada PT. TWC Unit Borobudur untuk merawat dengan penuh tanggung jawab.

Terkait dengan kesejahteraan satwa merupakan Fatwa Majelis Ulama tahun 2014, Ir. Suharman MM membacakan referensi dari Hadis shahih yang berbunyi, sayangilah setiap makhluk yang ada di Bumi, maka yang ada di langit akan meyayangimu. Terkait dengan pembacaan Hadis tersebut mengacu bahwa konservasi gajah yang ada di PT. TWC Unit Borobudur untuk merawat gajah sudah sepenuhnya sangat meyayangi mamalia terbesar tersebut dengan merawatnya dengan penuh kasih sayang diibaratkan sudah menjadi keluarga sendiri bagi PT. TWC Unit Borobudur.

Liputan: Arvi


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan