TWCB Rangkul Warga Majaksingi Rintis Kopi Borobudur

Borobudur, 27 September 2016. Komitmen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (PT TWC) untuk maju bersama masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan masih dilaksanakan. Melihat potensi Kopi yang dimiliki oleh Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, PT TWC melalui Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) segera melakukan pendampingan untuk mengangkat potensi ini.
TWCB bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DPTPPK) Kabupaten Magelang menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Kopi bagi warga setempat di Dusun Kerug Batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur.

Warga mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya pengolahan kopi dari Agus Muryono seorang ahli perkopian dari DPTPPK Kabupaten Magelang, sehingga kedepan diharapkan warga bisa mengelola kopi dengan lebih baik.
Acara pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala Unit TWCB
Chrisnamurti Adiningrum, yang juga dihadiri oleh Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi.
"Terimakasih Bu Chrisna, atas kepedulian TWCB yang tak pernah putus kepada lingkungan kawasan Borobudur. Terimakasih sudah mengupayakan, memfasilitasi dan menggerakkan masyarakat disini untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual Kopi di Kerug Batur ini. Pelatihan ini semakin memperkaya wawasan warga tentang budidaya dan pengolahan kopi. Sehingga besar harapan kami, Kopi dari Kerug Batur ini dapat berkembang dengan baik dan menjadi icon Kopi Borobudur yang juga akan mengangkat potensi wisata lain di dusun ini. Saya himbau kepada warga, mari bersatu padu memajukan dusun ini. Manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh TWCB melalui pelatihan ini untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat", kata Nanda Cahyadi Pribadi.

Kepala unit TWCB, Chrisnamurti Adiningrum dalam sambutannya juga mengapresiasi Camat Borobudur, yang selama ini selalu mensupport TWCB secara bersama-sama memajukan masyarakat lingkungan Borobudur. 
"Komitmen kami adalah membantu lingkungan untuk maju, salahsatunya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini. Disini ada potensi Kopi, kami berharap warga dapat menghasilkan kopi berkualitas yang nantinya bisa menjadi icon Kopi Borobudur", kata Chrisna.

Dusun Kerug Batur kaya dengan hasil bumi berupa Kopi. Namun selama ini, warga hanya menjual kopi mentahan kepada konsumen. Untuk itu TWCB merangkul warga, memberikan pendampingan sehingga warga dapat meningkatkan nilai jual Kopi dengan pengolahan yang tepat. Alhasil, beberapa bulan memproduksi kopi secara manual, hasilnya telah dipasarkan di Balai Ekonomi Desa Borobudur dan diminati oleh para wisatawan. Kopi yang dihasilkan adalah jenis Robusta dan Arabica, dengan variasi Kopi Original, Kopi Jahe, Kopi Cengkeh, dsb.
Warga begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Semoga harapan semua pihak untuk mengangkat potensi wisata Kerug Batur dapat terwujud. Selain kopi, dusun ini juga memiliki potensi wisata alam yang mengagumkan yaitu Punthuk Gajah Mungkur.


Kategori Berita