TWC Prambanan Harus Bisa Memberikan Nilai Edukasi Selain Nilai Rekreasi

Rombongan KemenPar dan UNWTO melakukan Kunjungan Program Pariwisata Berkelanjutan di Candi Prambanan. Senin, [25/07/2016] sore.

Kementrian pariwisata bekerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations World Tourism Organization (UNWTO), melakukan program pariwisata berkelanjutan. Mentri pariwisata Indonesia memasarkan Indonesia dengan target 20 juta wisatawan, salah satunya bidang asisten deputy bidang infrastruktur dan ekosistem membuat  program sertifikasi di Indonesia.

Ada 3 (tiga) daerah yang di tunjuk yaitu  Sleman, Lombok, dan mahade tanjung barat, sertifikasi ini mengundang GSTC - Global Sustainable Tourism Council, mewakili PBB bidang pariwisata untuk asesmen penilaian sejauh mana Indonesia ini khususnya Sleman-Yogyakarta untuk pariwisata yang sudah berkelanjutan yang di nilai dari segi lahan, penggunaan lahan, lingkungan budaya, management dan culture, bagaimana peran masyarakat di dalam pariwisata ini.

Dalam kunjungannya,  yang pimpin oleh Mr. Guy Chester dari GSTC, beserta romobongan di Taman Wisata Candi Prambanan di sambut oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Ricky SP Siahaan, Direktur Operasi Ir. Retno Hardiasiwi dan Kepala Divisi Adminitrai dan SDM Wiharjanto Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko.

Dalam kunjungan singkat ini rombongan hanya mengelilingi Candi Prambanan dengan di pandu Guade untuk memberikan sekilas sejarah dan arti Relief yang terpahat di dinding Candi Prambanan.

Frans Teguh dari deputy bidang pengembangan destinasi Kementrian Pariwisata dalam kunjungannya mengatakan “kami bersama team untuk mendorong sistem pembangunan pariwisata berkelanjutan, jadi kita ingin melihat sejauh mana situs-situs, daerah-daerah wisata yang ada di kawasasn sleman-Yogyakarta ini menerapkan kaidah-kaidah yang terkait dengan pengembangan pariwisata secara kelanjutan.

Menurut frans Candi Prambanan perlu di jaga, di rawat, dan yang penting sekarang dalam dimensi kelanjutan kita memastikan dari sisi lingkungan, aspek-aspek lingkungan, aspek heritage, aspek budaya termasuk juga pengelolaanya, pengelolaan sebagai salah satu daya tarik wisata ini dan juga manfaat bagi masyarakat bisa menjadi satu kesatuan utuh, sehingga ketika wisatan berkunjung kesini dia mendapatkan pengalaman yang baik the quality of separation. “Ujarnya

Frans menambah “Kita ingin, kawasan ini bisa memberikan nilai edukasi selain nilai rekreasi, tapi nilai-nilai edukasi yang kira-kira bisa menjadi  pembelajaran bagaimana kehidupan dalam pembangunan kita ini bisa dilakukan secara lebih baik. Prambanan, 25 Juli 2016


Kategori Berita