TWC Bedah Rumah Pasangan Lansia Yang Sudah Tidak Layak Huni

Borobudur, 14 Februari 2017. Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC), Bapak Edy Setijono didampingi Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur ibu Chrisnamurti Adiningrum, secara simbolis menyerahkan bantuan Program Kemitraan & Bina Lingkungan untuk Bedah Rumah Tidak Layak Huni kepada Keluarga Mbah Urip dan Marto di Dusun Tukosongo II, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Melalui Kades setempat, bantuan ini diserahkan diperuntukkan merenovasi rumah Mbah Urip.

"Ini adalah wujud kepedulian TWC, kepedulian kita bersama. Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri, kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, karena kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Terimakasih kepada semua pihak, Pemda, aparatur desa, masyarakat, ini adalah tanggungjawab kita bersama. Semoga bantuan dari kami ini dapat bermanfaat, kehidupan keluarga Mbah Urip semakin membaik kedepannya", kata Edy Setijono dalam sambutannya.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) memberikan bantuan kepada Mbah Urip dan Marto, suami-istri lanjut usia yang hidup dalam kondisi tidak layak di kediamannya. TWC memberikan bantuan sebesar Rp 45 juta yang akan difungsikan untuk merenovasi rumah mereka yang sudah tidak layak huni.

Tyo, panggilan Edy Setijono, merasa prihatin dengan kondisi Urip dan Marto yang tinggal di rumah tidak layak huni. Terlebih Urip menderita sakit dan sehari-hari tergeletak di lantai tanah rumahnya yang tidak jauh dari obyek wisata internasional Candi Borobudur.

"Kami sangat prihatin. Tadi malam (Senin) kami mendapat informasi ini dan langsung bergerak untuk meringankan beban Mbah Urip dan Mbah Marto," ujar Tyo.

Sebelum menggelontorkan bantuan itu, TWC sudah melakukan survei langsung ke rumah mereka yang faktanya memang tidak layak huni. Apalagi sejauh ini belum ada bantuan "bedah rumah" bagi mereka dari pemerintah daerah setempat maupun pihak lain.

Seusai survei, Divisi Teknik TWC kemudian membuat perencanaan serta menghitung anggaran yang dibutuhkan.

"Kemungkinan, mulai besok (Rabu) proses renovasi sudah dimulai. Target kami seminggu ke depan renovasi rumah sudah selesai. Jadi, insya Allah, saat Mbah Urip dan suami kembali dari rumah sakit, kondisi kediamannya sudah lebih baik," ujarnya. (Ruri – Borobudur)


Kategori Berita