Sebelum 2019 Rute Prambanan-Ratu Boko-Banyunibo-Breksi-Candi Ijo Terbentuk

Hari Sabtu 10 Desember 2016 dilakukan launching Kawasan Wisata Alam dan Budaya Banyunibo serta Gelar Potensi Wisata Prambanan di Cepit Bokoharjo Prambanan. Acara ini diramaikan dengan Pasar malam, Jalan Sehat dan Eksebisi Jemparingan ( panah tradisonal dengan menggunakan busana tradisonal adat Jawa ) serta Pagelaran Wayang Kulit . Acara ini berlangsung mulai hari Jumat 9 Desember 2016 – 18 Desember 2016.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan apa yang dilakukan oleh desa Banyunibo ini adalah suatu hal yang menarik, bagaimana desa- desa yang ada di kawasan Prambanan mulai bangkit dan tumbuh untuk menjadi desa wisata. Potensi yang ada di Banyunibo juga sangat menarik, disamping ada situs Candi Banyunibo, masyarakat Banyunibo juga telah mencoba memilih suatu atraksi yang unik yaitu panah tradisonal atau jemparingan yang akan bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Kedepan PT TWC akan mensuport untuk dibuat rute bersambung dari Prambanan - Ratu Boko ke Banyunibo. Ini akan menjadi tambahan daya tarik untuk wisatawan - wisatawan yang datang ke Prambanan. Selain itu, ke depan akan dibangun koridor Prambanan - Candi Ijo. Disepanjang rute Prambanan - Candi Ijo ini banyak daya tarik - daya tarik wisatawan, salah satunya adalah Banyunibo ini. Jadi Banyunibo ini akan menjadi pit stop baru untuk rute pengembangan dari koridor Prambanan. “ kata Edy Setijono.

Lebih lanjut Edy Seijono menambahkan jika sekarang telah memiliki dua pit stop yaitu Prambanan ke Ratu Boko, dengan adanya Banyunibo ini maka rutenya akan di perpanjang yaitu Prambanan - Ratu Boko - Banyunibo. Dan secara bertahap rute ini akan terus dikembangan hingga ke kawasan Candi Ijo. Sehingga rute tersebut akan menjadi Prambanan – Ratu Boko – Banyunibo – Breksi – Candi Ijo. Diharapkan hal ini dapat menghidupkan kawasan Prambanan menjadi daerah wisata yang lebih baik. Di tahun 2017 akan dirapikan terlebih dahulu kawasan Banyunibo sembari secara bertahap menyiapkan kawasan Candi Ijo, sehingga sebelum tahun 2019 dua koridor ini sudah terbentuk.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Pujo Suwarno mengatakan PT TWC akan melakukan pendampingan dengan warga masyarakat Banyunibo yang memiliki semangat yang luar biasa ini. Pujo menambahkan “ Apabila ini didampingi dan diarahkan secara benar, yang terjadi bukan persaingan tapi justru pertumbuhan lilin - lilin di sekitar Prambanan ini yang dilakukan oleh desa - desa menjadi sesuatu hal yang sangat menarik, dan akan terjadi maju dan berkembanganya potensi wisata serta potensi ekonomi dan juga potensi budaya yang ada di masyarakat sekitar . “

Lebih lanjuta Pujo mengatakan PT TWC akan berusaha melakukan pendampingan agar kedepannya bukan kerusakan lingkungan yang terjadi tapi pelestarian lingkungan, pelestarian cagar budaya dan masyarakat juga menjadi sejahtera.


Kategori Berita