Purna Pugar Candi

Prambanan, Jumat 20 November 2015. Dua Candi di Kompleks Candi Prambanan dan 1 Candi di Kompleks Candi Ijo telah purna pugar. Ketiga Candi tersebut adalah Candi Perwara Lumbung nomor 9, Candi Perwara Prambanan deret 1 nomor 43 dan Candi F Kompleks Candi Ijo. Ketiga Candi tersebut Jum’at, 20 November 2015 diresmikan oleh Prof. Dr. Kacung Marijan, MA (Dirjen Kebudayaan dan Komisaris PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero)), dihadiri Drs. HM. Bambang Sukarno (Bupati Temanggung), Dr. Harry Widianto (Direktur Pelestarian dan Permuseuman), Retno Hardiasiwi (Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero)), Sahala Parlindungan Siahaan (Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Pujo Suwarno (Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero)) serta para undangan lainnya.

Pemugaran ketiga Candi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta dan telah dimulai sejak awal tahun ini menelan biaya sekitar Rp. 2 Miliar. Menurut Harry Widianto, pemugaran Candi Perwara Prambanan membutuhkan waktu terlama, yaitu 10 bulan, dibandingkan dengan Candi F kompleks Candi Ijo (4bulan) dan Candi Perwara Lumbung No. 9 (7 bulan). Candi Perwara Prambanan Deret I No.43 merupakan Candi ketiga dari 224 Candi Perwara Prambanan yang telah dipugar. Dua Candi Perwara yang lain, yaitu Candi Perwara Prambanan Deret I No.39 dan Candi Perwara Prambanan Deret II No.1 telah dipugar pada masa Kolonial Belanda tahun 1937. Jadi, ini merupakan pemugaran Candi Perwara Prambanan pertama dalam 78 tahun terakhir.

Peresmian Purna Pugar ketiga Candi tersebut, secara simbolis dilakukan di depan Candi Perwara Lumbung No.9. Penyiraman air kendi dan pemecahan telur ayam di depan tangga masuk Candi oleh Prof. Dr. Kacung Marijan, menandai kesiapan Candi dibuka untuk umum.


Kategori Berita