Pameran Kebudayaan di Candi Borobudur : UNESCO Pamerkan Program Restorasi Cagar Budaya

Lembaga PBB yang berkonsentrasi pada penyelamatan kebudayaan dan pendidikan (UNESCO) memamerkan sejumlah program restorasi cagar budaya dunia di Candi Borobudur. Pembukaan pameran dilaksanakan pada Selasa, 12 Oktober 2015 di pendopo Maingate Taman Wisata Candi Borobudur. Pameran dibuka secara langsung oleh Kepala Kebudayaan dan Bagian Informasi Kedutaan Besar Jerrman, Mr. Jorg Kinnen. Hadir pula dalam acara tersebut Komisaris, Jajaran Direksi, dan unsure pimpinan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & ratu Boko.

Pameran kebudayaan ini diselenggarakan mulai 12 Oktober 2015 sampai dengan 1 November 2015. Pameran yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Jerman dan Balai Konservasi Borobudur ini memamerkan 13 proyek pelestarian kebudayaan dunia. Beberapa diantaranya yakni restorasi Candi Borobudur di Indonesia, pelestarian naskah tulisan tangan kuno di Timbuktu, Mali dan restorasi bazaar kuno Erbil di Irak.

“Kegiatan ini tidak hanya di Borobudur tapi juga kita selenggarakan di tempat lain. Pameran pertama digelar di Galeri Seni Kunstkring, kemudian Candi Borobudur, dan pada 9 hingga 27 November 2015 digelar di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya. Pameran ini bertujuan memberikan gambaran warisan budaya di seluruh dunia”, kata Jorg Kinnen.

Jorg mengatakan program pelestarian kebudayaan dimulai tahun 1981 dan berlangsung hingga sekarang. Melalui program ini, Jerman berharap generasi muda akan lebih mudah mengakses situs-situs bersejarah dunia. Pemerintah Jerman ingin memperkuat rasa identitas nasional Negara mitra dan mendorong terciptanya dialog kebudayaan di antara mitra.

Taman Wisata Candi Borobudur sebagai tuan rumah penyelenggaraan pameran kebudayaan ini, turut bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seperti diungkapkan Direktur Pemasaran & Kerjasama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran kebudayaan ini. Semoga melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pengunjung candi Borobudur”, kata Sahala Parlindungan Siahaan.

Kepala Pokja, Humas dan Perizinan Balai Konservasi Borobudur (BKB), Panggah Ardiansyah mengungkapkan proyek kolaborasi di Candi Borobudur mulai dibangun tahun 2011 lalu setelah erupsi Gunung Merapi. Program ini diawali kepedulian pemerintah Jerman untuk mengatasi dampak erupsi Merapi atas candi agung warisan peradaban Buddha tersebut. Candi Borobudur tidak hanya menjadi salah satu lokasi pameran namun juga tempat penelitian.


Kategori Berita