Libur Lebaran, Borobudur Dan Prambanan Bakal Di Kunjungi Ratusan Ribu Wisatawan

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan menargetkan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2016 mencapai 330.000 orang. Diperkirakan, puncak jumlah pengunjung Candi akan terjadi pada H+3 Lebaran yang jatuh pada jum'at 08 Juli 2016.

Jumlah target tersebut di patok selama libur lebaran, target jumlah pengunjung lebaran tahun ini naik 10 persen di bandingkan lebaran tahun lalu 2015 yang mencapai 300.000 orang. Selama libur lebaran karekteristik pengunjung berasal dari wisatawan Nusantara, dari rombongan keluarga merupakan pemudik yang pulang di daerahnya di sekitaran Jawa tengah dan Yogyakarta.

Persiapan lebaran di Candi Borobudur dan Candi prambanan meliputi 3 hal yaitu yang pertama kesiapan dengan keamanan, melakukan kerjasama dengan Polres, TNI dan Ovit masing-masing dari unit TWC Bobobur dan TWC Prambanan, yang kedua menyiapkan program layanan yang lebih baik kepada para wisatawan yang akan merayakan lebaran di DIY dan sekitarnya, menyiapkan atraksi-atraksi baru untuk menyambut wisatawan, dan perbaikan fasilitas, kebersihan toilet, yang ketiga komunikasi mengemas tidak lagi menampilkan Borobudur sebagai benda mati, mengkomunikasikan bahwa Burobudur itu sumber informasi.

Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Edy Setijono mengatakan "Borobudur dan Prambanan ini khan master peace, satukarya bangsa, satu karya dari nenek moyang kita yang luar biasa, sekarang ini kita sudah mulai melakukan kampanye kepada seluruh masyarakat Borobudur Prambanan ini sebagai mahakarya itu harus menjadi inspirasi, jadi kita mulai mengait calon-calon wisatawan ini untuk datang tidak lagi hanya untuk melihat, jadi kalau selama ini kita hanya mengajak mereka ayo datang ke Borobudur, tapi sekarang kita lebih dari itu, ayo datang ke Borobudur dan ayo belajar di Borobudur, karena Borobudur menyimpan banyak sekali inspirasi yang bisa kita jadikan menjadi modal kita untuk melahirkan satu karya-karya baru yang juga setara dengan apa yang di hasilkan oleh nenek moyang kita ketika abad 8 membangun Borobudur, jadi inilah yang kita dorong kedepan terutama kepada generasi muda untuk bisa mau hadir ke Borobudur atau Prambanan untuk bisa melihat sisi-sisi lain.

Edy berharap, Borobudur dan Prambanan harus menjadi inspirasi buat lahirnya karya baru, jadi bukan lagi sebuah monumen mati yang hanya menarik untuk kita selfie saja, tetapi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko kedepan itu kami harapkan bisa menjadi sebuah sumber gagasan untuk karya anak bangsa yang lebih maju di masa yang akan masa datang. Prambanan, 19Juni 2016.


Kategori Berita