LED Candi Prambanan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, PT. Taman Wisata Candi Borobudur; Prambanan dan Ratu Boko, Perwakilan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) di Jakarta dan Panasonic Corporation menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) empat arah pada tanggal 9 Oktober 2014.

MoU itu untuk mempromosikan "konservasi dan peningkatan kesadaran untuk melindungi situs Warisan Dunia UNESCO" dan "pendidikan dan kegiatan budaya yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat muda di sekitar Borobudur, Prambanan, dan situs Ratu Boko di Indonesia”. 

Penandatanganan tersebut juga menandai peluncuran proyek bersama berikut Donasi proyektor LED untuk menerangi Kompleks Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia, pendidikan serta kegiatan kebudayaan yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat muda di sekitarnya.

Upacara pencahayaan Candi Prambanan menggunakan lampu LED (Light Emmitting Diode) Panasonic berlangsung Rabu malam (17/12/14), dihadiri Lailly Prihatiningtyas, Presiden Direktur, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko; Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan UNESCO di Jakarta; Ichiro Suganuma, Kepala Perwakilan Panasonic di Indonesia; Makoto Kitano, Director, Lighting Business Division and Vice President, Eco Solutions Company, Panasonic Corporation. 

Sebanyak 16 proyektor lampu LED telah disumbangkan ke Kompleks Candi Prambanan, yang ditunjuk sebagai properti Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. 

Ketika ditemui RRI, Presdir PT TWC Lailly Prihatiningtyas mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik penerangan menggunakan lampu LED karena kini Candi Prambanan menjadi lebih terang dan lebih hemat enerji (insert-audio). 

Sebelumnya, situs Prambanan menggunakan lampu halogen (HID) untuk penerangannya. Penggantian lampu dengan proyektor LED mampu mengurangi konsumsi energi sekitar 30%. Perbedaan antara lampu (HID) dan LED ialah ketika keduanya dihidupkan selama 5 jam (LED silver light: 1,5 jam, LED platinum light: 3 jam, LED gold light: 30 menit). 

Proyektor LED tersebut juga dapat menyala dengan seketika dan memiliki umur pemakaian yang lebih panjang tentu secara signifikan dapat menurunkan beban untuk pemeliharaan dengan mengurangi kebutuhan untuk penggantian lampu. 

Kompleks Candi Prambanan terdiri dari beberapa candi Hindu dengan menara khasnya yang berbentuk tinggi dan kecil, dikenal sebagai salah satu kompleks candi terbesar di Jawa. Dibangun pada abad ke-9 selama periode perkembangan Hindu di Indonesia, kawasan ini dirancang untuk membentuk tiga kotak konsentris. 

Dengan lebih dari 500 candi, Kompleks Candi Prambanan tidak hanya menjadi harta arsitektur dan budaya saja, tetapi juga berdiri sebagai bukti signifikan dari kehidupan agama yang damai. 

Lampu LED sumbangan Panasonic untuk mencerahkan tiga candi utama tersebut diharapkan akan memberikan kontribusi untuk promosi situs Warisan Dunia dan lingkungan sekitarnya. 

Dua program pendidikan bersama bagi para pemangku kepentingan lokal dan masyarakat, termasuk pemuda dan produsen industri kreatif yang tinggal di sekitar Candi selama satu tahun, akan dilakukan melalui kemitraan dengan semua pihak termasuk pemerintah daerah, sekolah, serta jaringan bisnis yang relevan.

Kedua Program itu mencakup "Forum Pemuda dalam hal menjaga Warisan Dunia melalui pembangunan berkelanjutan, teknologi hijau, ekonomi kreatif dan mitigasi bencana alam" dan "Pelatihan Pembangunan Kapasitas untuk Pemuda dalam pengembangan Industri Kreatif dan Pariwisata berkelanjutan". 

Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya menjaga situs Warisan Dunia dan memberikan kesempatan pengembangan mata pencaharian bagi kaum muda melalui program pendidikan dan pelatihan tentang industri budaya. 


Kategori Berita