BNI Mendukung Pelestarian Bambu

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Bambu sendiri mempunyai nama lain yaitu buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Asal tanaman ini pada umumnya berasal dari kawasan tropis seperti Indonesia, Burma, Brazil, Columbia, India dan Selatan Cina. Beberapa jenis bambu yang tumbuh di Himalaya dan Andes merupakan rumpun yang tumbuh di iklim sedang yang dapat tumbuh baik di daerah dingin. Bambu merambat (running) umumnya berasal dari iklim sejuk seperti Jepang, Cina Utara, Siberia dan Amerika Utara. Banyak kita lihat rumah-rumah di pedesaan Banten, Jawa dan Sunda masih banyak yang memakai bambu sebagai kontruksi rumah.

Bambu banyak mempunyai nilai guna, baik itu dipergunakan untuk konservasi alam, kontruksi maupun kerajinan tangan seperti digunakan sebagai alat pemotong, bonggolnya (Rebung) sebagai bahan makanan, daunnya digunakan sebagai alat pembungkus makanan, pucuk daunnya digunakan sebagai makanan ternak, dapat juga dijadikan sapu lidi, alat transportasi, pengolahan air (irigasi, dll), kerajinan untuk kebutuhan rumah tangga, cinderamata dan industry kerajinan mebel, sebagai alat konstruksi seperti jembatan, bangunan rumah, tiang, sekat,  dinding, atap dan penyanggah, dan juga dijadikan bahan bakar serta perlengkapan dan alat untuk upacara adat.

Manfaat lain dari  bambu yaitu memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah secara nyata.    Selain itu bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah (baik lahan basah/kering),  tidak membutuhkan investasi besar,  pertumbuhannya  cepat,  setelah tanaman mantap (2 – 3 tahun) dapat di panen setiap tahun tanpa merusak rumpun dan  memiliki toleransi tinggi terhadap gangguan alam dan kebakaran.  Bambu juga memiliki kemampuan peredam suara yang baik dan menghasilkan banyak oksigen sehingga dapat ditanam  di pusat  pemukiman dan pembatas jalan raya

Dari banyaknya nilai guna tersebut, BNI bekerjasama dengan Yayasan Saung Angklung Udjo melalui program pembibitan bambu khas Jawa Barat berupaya melestarikan bambu khas Jawa Barat sebanyak 43.120 bibit. Adapun jenis Bambu yang dibibitkan terdiri dari 2 (dua) jenis bambu yaitu bambu konservasi jenis haur (Duri, Gereng, Kuning, Hitam) dan bambu komersil (Bitung, Petung, Hitam, Gombong, Surat, Temen). Kerjasama tersebut selama 1 (satu) tahun terhitung sejak November 2015 sebesar Rp313.877.920,-

Yayasan Saung Angklung Udjo sudah dikenal di manca negara dan tercatat di PBB (UNESCO) atas pelestariannya melestarikan kesenian angklung bambu, konservasi bambu dan pemberdayaan masyarakat melalui usaha bambu dan pendekatan 3P (People, Profit, Planet), selain itu dukungan BNI pada Yayasan Saung Angklung Udjo mendukung komitmen pemerintah penurunan gas rumah kaca sebesar 26% - 41% melalui penanaman bambu.            

Pembibitan bambu tersebut berlokasi di Desa Jelengkong, Kecamatan Bale Endah, Bandung, Jawa Barat. Bibit-bibit bambu tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Selain pembibitan, program kerjasama lainnya yang dikerjakan seperti sosialisasi dasar program dan pembentukan kelompok, pelatihan budidaya pembibitan bambu dari tunas/rimpang, pembudidayaan bibit, pemeliharaan dan monitoring serta evaluasi.                    

Dasar pemikiran kerjasama pembibitan bambu asli Jawa Barat seperti terjadinya krisis air bersih di berbagai daerah khususnya Bandung, banyaknya lahan kritis dan lahan tidur yang tidak terpakai, pertumbuhan industry dan permintaan kerajinan berbahan dasar bambu meningkat, pasokan bambu yang semakin menipis dan beberapa jenis bambu komersial yang langka, ujar Ketua Yayasan Sam Udjo.

Manager Yayasan Dudi Darma Bakti mengatakan, program pembibitan kerjasama BNI dengan Yayasan Saung Angklung Udjo yang dijalankan mempunyai tujuan :

  1. Membangun pemahaman masyarakat dari manfaat penanaman bambu bagi ekosistem.
  2. Pelestarian ekosistem lingkungan pedesaan.
  3. Membangun usaha kreatif potensial berbasis pada bambu.
  4. Memberdayakan lembaga ekonomi masyarakat yang sehat dan professional.
  5. Menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda.
  6. Mencegah migrasi masyarakat desa ke kota.
  7. Meningkatkan status masyarakat desa, dari tingkat kemiskinan menuju tingkat kemakmuran.
  8. Meningkatkan taraf kehidupan lainnya seperti kesehatan, pendidikan.
  9. Mempertahankan berbagai kearifan lokal dan ragam seni budaya.
  10. menambah tutupan lahan untuk menghindari bencana banjir.
  11. memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi lingkungan dan masyarakat.
  12. meningkatkan ketahanan pangan dan ketersediaan air.

Menurut Nancy Martasuta, Pemimpin Corporate Community Responsibility Unit, program pembibitan bambu ini telah berjalan sejak November 2014 dan program sejenis berupa pelestarian Bambu Tabah pernah dilakukan BNI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali pada Oktober 2012.

Adapun program pendukung lainnya seperti pembibitan dua juta bibit pohon tanaman keras dan buah serta dua puluh ribu tanaman langka di Sentul, Bogor kerjasama dengan Paguyuban Budiasi, dan juga pembibitan pohon tanaman keras dan buah kerjasama dengan Mako Kopassus Cijantung, Jakarta dan Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Surakarta, Jawa Tengah, masing-masing lima ratus ribu bibit. Program penghijauan Das Citarum, Ciliwung, Cimanuk kerjasama dengan BUMN Hijau Lestari I serta program penghijauan dan agroforesty serta pemberdayaan pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur kerjasama PB NU dengan BUMN Hijau Lestari I


Kategori Info CSR