BNI Dukung Penyebaran Paket Produk untuk Pedesaan

BNI Dukung Penyebaran Paket Produk untuk Pedesaan

 

Brebes, 11 April 2016 --- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung beragamprogram sinergi penguatan perekonomian rakyat yang disiapkan oleh pemerintah yang melibatkan 7 kementerian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI). BNI memberi dukungan atas Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan perekonomian desa.

            Dukungan BNI tersebut diberikan melalui penyaluran kredit untuk penguatan perekonomian nelayan yang dikoordinasikan melalui Program Jangkau Sinergi & Guideline (Jaring) OJK, serta memperluas jaringan layanan perbankan melalui Agen-agen BNI46 yang dikembangkan melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) OJK.

            BNI juga turut aktif mempersiapkan kartu khusus untuk petani sebagai kartu identitas yang berbasis tabungan dan dapat digunakan untuk bertransaksi pembelian bibit, pupuk, serta beragam kebutuhan pertanian. Dengan kartu ini BNI turut mendukung gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang telah digagas BI tahun lalu. Selain itu BNI juga menyalurkan kredit bagi petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta menyiapkan asuransi berpremi murah untuk segmen mikro (termasuk petani) dari salah satu perusahaan anak, yaitu BNILife.

            Dukungan BNI tersebut ditegaskan pada Peluncuran Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat yang dilaksanakan oleh Presiden RI Joko Widodo di Sub Terminal Agribisnis – Kawasan Agropolitan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11 April 2016). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri-menteri dari 7 kementerian, para direktur utama BUMN, pimpinan OJK dan BI, serta Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

            Pada kesempatan tersebut, BNI menyerahkan penyaluran KUR secara simbolis kepada debitur KUR yang berprofesi sebagai petani bawang Solekhudin senilai Rp 40 juta. BNI juga menyalurkan pembiayaan dalam kerangka Program Jaring kepada seorang nelayan bernama Sugiarto senilai Rp 250 juta. Adapun BNI Life menyerahkan polis Asuransi MUSTAPA berpremi  Rp 50.000 per bulan atau asuransi mikro sebagai bagian dari layanan keuangan mikro (Laku Mikro). BNI juga menyiapkan 3 debitur yang berprofesi sebagai petani untuk menerima secara simbolis sertifikat tanah rakyat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN).

             BNI juga secara simbolis membawa Agen BNI46 sebagai tanda perluasan program Laku Pandai BNI di Brebes dan sekitarnya. Agen BNI46  ini merupakan inisiatif untuk menjalin kerja sama dengan Desa dalam rangka pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Beberapa transaksi perbankan yang dapat dilayani melalui Agen BNI46 antara lain: Pembukaan Rekening, Setoran Tunai, Tarik Tunai dan Berbagai macam transaksi pembelian pulsa dan pembayaran tagihan.

             Kerja sama Agen BNI46 tersebut selain ditujukan sebagai perpanjangan tangan dari BNI dalam melayani masyarakat dan nasabah yang jauh dari kantor Cabang BNI, juga sebagai potensi bisnis dan pendapatan tambahan bagi agen yang menjalankan. Saat ini, BNI telah memiliki lebih dari 5.700 Agen BNI46 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan jumlahnya akan terus bertambah. Dengan total lebih dari 1.800 Cabang BNI, lebih dari 16.000 ATM BNI, serta 5.700 Agen BNI46, masyarakat Indonesia akan lebih mudah mengakses layanan keuangan melalui BNI.

            Penyaluran KUR BNI tahun 2016 sejak Januari hingga 31 Maret 2016 mencapai sekitar Rp 2,8 triliun atau 24,35% dari target 2016 sebesar Rp 11,5 triliun. KUR tersebut tersalurkan kepada 10.934 debitur.

JARING BNI

            BNI menjadi bank Partner dalam Program Jaring sejak diluncurkan bulan Mei 2015, sebagai bentuk dukungan terhadap program pembiayaan sektor Kelautan dan Perikanan. Diluar program Jaring, BNI juga mengembangkan Kampoeng BNI untuk meningkatkan capacity building bagi nelayan. Salah satunya adalah adalah dengan menyalurkan pembiayaan KUR kepada Nelayan dalam pengadaan alat transmiter Sistem Pemantauan Kapal Perikanan, yang juga berfungsi sebagai alat monitor cuaca dan alat pendeteksi lokasi ikan. Realisasi Program Jaring hingga akhir Desember 2015 mencapai    Rp 565 miliar.

            Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu dari sekitar 7 subsektor Kemaritiman. Pada tahun 2015, total portfolio BNI di sektor kemaritiman mencapai sebesar Rp 10,38 triliun, yang disalurkan pada sub-subsektor Budidaya & Penangkapan Perikanan, Industri Pengolahan  Perikanan, Perdagangan  Hasil Perikanan, Galangan Kapal, Konstruksi Pelabuhan, Pengangkutan & Pelayaran, dan Sarana Wisata Tirta Kawasan Pariwisata.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Suhardi Petrus, Corporate Secretary BNI

Telp: 021-5728387, Email : bni@bni.co.id


Kategori Pengumuman