Hello world!

Welcome to KBUMN Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

BNI Go Public Lagi!

Jakarta, 16 Juli 2007. Setelah pernah menjadi bank pemerintah yang pertama kali go public pada tahun 1996, saham BNI kembali ditawarkan kepada masyarakat umum untuk kedua kalinya. Komposisi kepemilikan saham BNI saat ini adalah 99,11% milik pemerintah RI dan 0,89% dimiliki masyarakat. Kali ini, saham BNI ditawarkan dalam 2 program, yaitu Penawaran Umum Terbatas II PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Penawaran Umum Atas Kepemilikan Saham Negara Republik Indonesia di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Hari ini (16/7), BNI dan Kementerian BUMN RI (selaku pemegang saham mayoritas) menyelenggarakan due diligence dan public expose. Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Domestik adalah PT Bahana Securities dan JP Morgan sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Internasional.

1. Penawaran Umum Terbatas II PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (right issue)
Dalam Penawaran Umum Terbatas II, BNI menawarkan sebanyak-banyaknya 1.992.253.110 Saham Biasa Seri C baru atau 15% dari total saham sekarang. Pemegang saham lama memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan rasio setiap pemegang 20 lembar saham lama mempunyai hak memesan 3 lembar saham baru. Jadwal kegiatan sebagai berikut:

30 Juli 2007
: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

9 Agustus 2007
: Tanggal terakhir Pencatatan yang berhak HMETD

13 – 20 Agustus 2007
: Periode Perdagangan HMETD

15 – 22 Agustus 2007
: Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD

2. Penawaran Umum atas Kepemilikan Saham Negara Republik Indonesia di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (divestasi)
Penawaran sebanyak-banyaknya 3.475.231.980 Saham Biasa Atas Nama Seri C, yang terdiri atas sebanyak-banyaknya 1.500.668.355 Saham Seri C lama milik Negara RI dalam rangka program divestasi dan sebanyak-banyaknya 1.974.563.625 Saham Seri C baru milik Negara RI hasil pelaksanaan HMETD dalam penawaran Umum Terbatas II. Jadwal kegiatan sebagai berikut:

16 – 26 Juli 2007
: Roadshow

27 Juli 2007
: Penetapan Harga

1 Agustus 2007
: Surat Efektif dari BAPEPAM

6 – 8 Agustus 2007
: Masa Penawaran

13 Agustus 2007
: Tanggal Mulai Perdagangan di BEJ & BES

Dana hasil Penawaran Umum Terbatas yang diperoleh BNI (setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham), akan dipergunakan dalam rangka memperkuat struktur permodalan untuk persiapan penerapan Basel II dan untuk mengembangkan kegiatan usaha BNI. Diperkirakan akan memperoleh dana sekitar Rp 4 triliun dari penerbitan saham baru ini. Aksi korporasi BNI bersama-sama dengan pemerintah akan menurunkan kepemilikan saham pemerintah dari 99,11% menjadi sekitar 73,26% dan nilai totalnya diprediksi akan tercatat sebagai transaksi terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia.

Bagi Pemerintah, divestasi sahamnya pada BNI akan menghasilkan penerimaan negara untuk APBN serta diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan shareholder value.

Untuk mensukseskan program privatisasi ini, manajemen berencana menjajaki minat investor luar negeri melalui roadshow di beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika serta melakukan kegiatan pemasaran di 11 kota besar di Indonesia untuk meningkatkan minat investor dalam negeri. BNI menggunakan tema ‘BNI Go Public Lagi’ untuk mendukung kampanye pemasaran sahamnya.

Sebagai salah bentuk apresiasi kepada nasabah, BNI juga menyiapkan Program Penawaran Saham Kepada Nasabah. Melalui program ini nasabah setia BNI dapat melakukan pemesanan saham melalui cabang BNI yang ditunjuk.

Masyarakat yang berminat membeli saham BNI dapat memperoleh Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham di kantor Penjamin Emisi Efek PT Bahana Securities, Graha Niaga Lt. 19 telp 250 5081 atau di Agen Penjualan yang ditunjuk.

Tentang BNI
BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 972 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 5 cabang luar negeri (London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan New York). Serta outlet yang khusus meyalurkan kredit/pembiayaan, yaitu 50 Sentra Kredit Kecil (SKC), 19 Sentra Kredit Menengah (SKM), 12 Sentra Kredit Konsumen (SKK) dan 54 cabang BNI Syariah.

Sampai saat ini BNI melayani sekitar 9 juta nasabah simpanan, lebih dari 100.000 nasabah kredit konsumen, 240 nasabah kredit korporasi, 40.000 nasabah kredit menengah & kecil dan 1,2 juta pemegang kartu kredit.

Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 2.325 ATM ditambah 6.900 ATM LINK, 10.500 ATM Bersama dan ratusan ribu ATM Cirrus-Maestro. Serta fasilitas phonebanking 24 jam BNI Call di 021-5789 9999 atau 68888 (via ponsel), SMS Banking 3346 dan BNI Internet Banking www.bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan puluhan fitur. Untuk transaksi internasional BNI Card dapat digunakan untuk belanja di merchant MasterCard dan bertransaksi di ATM berlogo Maestro & Cirrus di seluruh dunia.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Sumber : Newsroom , 17 Juli 2007

Posted in Berita, Publikasi | Leave a comment

(Indonesia) PENGADAAN JASA LEMBAGA PENUNJANG PT BNI

Sorry, this entry is only available in Indonesia.

Posted in Pengadaan Barang dan Jasa | Leave a comment

BNI Perkaya Fitur Syariah

JAKARTA (Republika)– Strategi bisnis yang diterapkan Unit BNI Syariah tahun 2003 bukan lagi dengan membuka sebanyak mungkin jaringan. Manajemen kini justru memfokuskan pada pengayaan berbagai fitur syariah untuk bisa ditawarkan kepada nasabah.

‘Strategi bisnis yang kita lakukan adalah dengan meluncurkan produk-produk baru syariah. Untuk tahun ini kita akan meluncurkan pembiayaan rekening koran syariah, kita sudah siapkan ini, fatwanya sudah ada,’ papar Pemimpin Unit BNI Syariah, Rizqullah, kepada Republika pekan lalu.

Selain rekening koran syariah, Rizqullah memaparkan, manajemen juga sedang menyiapkan skim ijarah. ‘Skim ini kurang lebihnya seperti praktik leasing,’ jelasnya. Lebih lanjut dia menerangkan, produk ijarah berbeda dengan leasing, misalnya, dalam kepemilikan. ‘Kalau konvensional bisa langsung dimiliki. Tapi kalau untuk ijarah ini, kepemilikannya masih utang sampai pembayaran lunas,’ paparnya lagi sembari menyebut produk ini akan bisa dinikmati nasabah pertengahan tahun.

Selain dua fitur di atas, manajemen juga sedang menggarap secara serius produk Islamic credit card (kartu kredit syariah). Fitur yang prinsip kerjanya masih menjadi perdebatan — khususnya antara ahli-ahli syariah di Timur Tengah dan di Malaysia — ini dari sisi fatwa memang masih digodok di Dewan Syariah Nasional (DSN). Namun, manajemen BNI Syariah optimistis, fatwa yang relevan segera bisa turun. ‘Kita berharap bisa meluncurkan produk ini pada kuartal kedua atau ketiga.’

Disinggung apakah produk ini tidak akan mengikis nasabah pemegang kartu kredit BNI, Rizqullah menepisnya. Menurut alumni UII ini, kalaupun kartu kredit syariah hadir, eksistensinya sebagai pelengkap. ‘Karena bisnis ini bagian dari bisnis BNI secara keseluruhan, jadi lebih memberikan variasi produk. Kita hanya menawarkan, ini lho ada produk baru, selebihnya kita serahkan kepada nasabah untuk memilih.’

Untuk menunjang kesuksesan ketiga produk ini, Rizqullah mengatakan, kuncinya pada penyiapan sumber daya manusia yang tepat. Karena itu, tandasnya, manajemen kini memprioritaskan penyiapan SDM secara memadai baik dalam jumlah maupubn kualitasnya.

Melalui SDM inilah, lanjutnya, digerakkan kegiatan promosi dan pemasaran produk-produk itu secara intensif. ‘Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan business gathering. Kita juga akan melakukan pertemuan-pertemuan bisnis serupa di cabang-cabang di daerah,’ urainya.

Selain mengefektifkan kerja internal, lanjut Rizqullah, manajemen juga berusaha menggalang kerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya. Misalnya, melakukan pembiayaan bersama dalam suatu proyek. Dalam hal ini, katanya, pihaknya sedang melakukan kerja sama pembiayaan dengan bank syariah untuk perkebunan kelapa sawit sekaligus pembangunan fasilitas pengolah produknya.

Kerja sama juga diperluas dengan melibatkan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Dalam konteks ini, BNI Syariah turut menyediakan dana pembiayaan untuk BPRS. ‘Kita memang mengimbau agar cabang-cabang kita bekerja sama dengan BPRS bukan hanya untuk pengembangan bisnisnya, tapi juga pengembangan perbankan syariah sendiri.’

Bekerja sama dengan BPRS, kata Rizqullah, cukup menguntungkan. Dia menilai BPRS memiliki segmen tersendiri yang kadang sulit disentuh oleh perbankan syariah. ‘Dari segmen itu seringkali income-nya lebih besar,’ tuturnya.

Permodalan
Dalam bagian lain, Rizqullah mengatakan, untuk keperluan pembiayaan, manajemen berharap bisa menyerap dana masyarakat sebanyak-banyaknya. Namun begitu, katanya, BNI Syariah masih memiliki dana untuk melakukan pembiayaan dengan modal sendiri. ‘Sekarang juga masih tersedia dana yang bisa untuk pembiayaan sekitar Rp 90 miliar. Artinya kita masih punya ruang gerak.’

Meski begitu, sambungnya, bila di kemudian hari banyak permintaan pembiayaan, sementara kemampuan internal sudah menipis, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan. ‘Pertama kita akan meminta tambahan dari BNI. Kalaupun harus mencari sumber luar, kita juga harus menggunakan BNI, karena entitasnya satu. Tapi sekarang ini kebutuhan pendaaan belum mencapai ke sanalah.(hfi)

Sumber : Jakarta , 18 Februari 2003

Posted in Berita, Publikasi | Leave a comment

Kartu Kredit Emas Bank BNI

“Fasilitas Khusus Bagi Pemegang Kartu Kredit Emas BNI Visa/BNI Mastercard. Kini Anda dapat menikmati fasilitas Executive Lounge di 5 kota besar di Indonesia : – Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng (Jakarta) : – Merpati Executive Lounge : Terminal B Keberangkatan Domestik – Batavia Lounge : Terminal D Keberangkatan International – Bandara Polonia (Medan) – Toba Lounge : Terminal Keberangkatan International – Bandara Juanda (Surabaya) – Singosari Lounge : Terminal Keberangkatan Domestik – Bandara Ngurah Rai (Denpasar) – CIP Lounge International : Terminal Keberangkatan International – Bandara Hasanuddin (Makasar) – Toraja Lounge : Terminal Keberangkatan”

Sumber : detikcom – Jakarta , 17 Agustus 2002

Posted in Berita, Publikasi | Leave a comment