Bio Farma Targetkan Penjualan Rp 1,5 Triliun<!--:-->

BANDUNG- PT Bio Farma (Persero) menilai masyarakat belum memiliki kesadaran terhadap manfaat vaksin dan Program Imunisasi Nasional. Untuk itu, PT Bio Farma (Persero) menggelar “Siang Klinik” yang diikuti 400 kalangan kesehatan dari dokter, paramedis, rumah sakit, distributor, klinik, apotik dan Puskesmas.

Kepala Divisi Penunjang Pemasaran sekaligus penanggung jawab acara siang klinik, Aco Aslam Yusuf, acara siang klinik ini salah satu bentuk komitmen dari perusahaan dalam mendukung kesuksesan Program Imunisasi Nasional dan peningkatan kesadaran mengenai arti pentingnya imunisasi tertentu bagi usia dewasa.

Di kawasan tropis, seperti Indonesia, terdapat beberapa penyakit terkait virus yang masih menjangkit. Dua di antara yang paling menggejala adalah virus hepatitis B dan influenza. Yang terakhir ini masih sangat mudah dijumpai, di antaranya adalah influenza pandemi akibat virus H1N1-p.

Upaya menangkal penyakit selalu lebih mudah dibandingkan mengobati. Salah satu upaya yang mudah itu adalah mendapatkan vaksinasi pada saat tubuh belum terserang virus-virus penyakit itu; vaksinasi itu juga cukup mudah diakses dan dilakukan dengan biaya terjangkau.

Selain itu adalah Penanganan Limbah Vaksin dan Antisera (Limbah Infeksius) dan Penanganan Produk Palsu, Sekilas KIPI dan hal–hal lain yang berkaitan dengan permasalahan vaksin dan antisera. Semua ini dijelaskan oleh pejabat Bio Farma, perusahaan milik negara satu-satunya di Asia Tenggara yang mengkhususkan diri pada penelitian, pengembangan, dan pembuatan berjenis-jenis vaksin.

Setiap tahun Bio Farma rutin melaksanakan Siang Klinik di beberapa kota besar di Indonesia. Sosialisasi dari tahun ke tahun mendapatkan respon yang positif.

“Siang Klinik ini digelar di 15 kota di Indonesia dengan melibatkan insan kesehatan. Salah satu fokusnya memberikan edukasi dan pemahaman program imunisasi sehinga tepat sasaran dan efektif,” kata Direktur Pemasaran Bio Farma Sarimudin Sulaiman kepada wartawan, Selasa.

Dikatakan Sarimudin, saat ini masyarakat semakin kritis dan memerlukan informasi yang terus diperbarui. Melalui Siang Klinik diharapkan pada saat pemakai akhir  bertanya di seputar masalah vaksin maka pihak-pihak pengguna dapat memberikan jawaban yang tepat,” katanya.

Sarimuddin menegaskan, kinerja perusahaan pada 2011 mengalami peningkatan, dengan pendapatan laba bersih sebesar Rp 304 miliar.

“Pada 2012 ini perusahaan menargetkan penjualan dapat mencapai Rp 1,5 triliun sehingga kami akan terus melakukan inovasi, ke depannya diharapkan selain vaksin ada juga potensi produk-produk baru yang dapat dijual,” katanya.

Selain itu, Elvin Fajrul Jayasaputra, Direktur Perencanaan & Pengembangan mengatakan, saat ini Bio Farma tengah melakukan

riset–riset vaksin yang setiap saat selalu mengalami perubahan.

Salah satunya, kata dia, phase clinical trial tahap 3 dan akan dilaunching akhir 2012, demikian juga dengan vaksin Pentavalent, yang terdiri dari lima antigen sekaligus, terdiri dari Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).

“Ada juga vaksin yang semula Oral Polio Vaccine (ditetes) menjadi sabin inactivated polio vaccine disuntikan (sabin IPV) target 2016. New TB Vaccine, menggunakan adjuvan liposom sebagai transforter/media untuk mempercepat pembentukan antibodi dan bekerja sama dengan Lipotek, lembaga riset Australia,” katanya.

Link : http://bandungekspres.com/id/2012/04/11/bio-farma-targetkan-penjualan-rp-15-triliun/

BANDUNG- PT Bio Farma (Persero) menilai masyarakat belum memiliki kesadaran terhadap manfaat vaksin dan Program Imunisasi Nasional. Untuk itu, PT Bio Farma (Persero) menggelar “Siang Klinik” yang diikuti 400 kalangan kesehatan dari dokter, paramedis, rumah sakit, distributor, klinik, apotik dan Puskesmas. Kepala Divisi Penunjang Pemasaran sekaligus penanggung jawab acara siang klinik, Aco Aslam Yusuf, acara siang klinik ini salah satu bentuk komitmen dari perusahaan dalam mendukung kesuksesan Program Imunisasi Nasional dan peningkatan kesadaran mengenai arti pentingnya imunisasi tertentu bagi usia dewasa. Di kawasan tropis, seperti Indonesia, terdapat beberapa penyakit terkait virus yang masih menjangkit. Dua di antara yang paling menggejala adalah virus hepatitis B dan influenza. Yang terakhir ini masih sangat mudah dijumpai, di antaranya adalah influenza pandemi akibat virus H1N1-p. Upaya menangkal penyakit selalu lebih mudah dibandingkan mengobati. Salah satu upaya yang mudah itu adalah mendapatkan vaksinasi pada saat tubuh belum terserang virus-virus penyakit itu; vaksinasi itu juga cukup mudah diakses dan dilakukan dengan biaya terjangkau. Selain itu adalah Penanganan Limbah Vaksin dan Antisera (Limbah Infeksius) dan Penanganan Produk Palsu, Sekilas KIPI dan hal–hal lain yang berkaitan dengan permasalahan vaksin dan antisera. Semua ini dijelaskan oleh pejabat Bio Farma, perusahaan milik negara satu-satunya di Asia Tenggara yang mengkhususkan diri pada penelitian, pengembangan, dan pembuatan berjenis-jenis vaksin. Setiap tahun Bio Farma rutin melaksanakan Siang Klinik di beberapa kota besar di Indonesia. Sosialisasi dari tahun ke tahun mendapatkan respon yang positif.

“Siang Klinik ini digelar di 15 kota di Indonesia dengan melibatkan insan kesehatan. Salah satu fokusnya memberikan edukasi dan pemahaman program imunisasi sehinga tepat sasaran dan efektif,” kata Direktur Pemasaran Bio Farma Sarimudin Sulaiman kepada wartawan, Selasa.

Dikatakan Sarimudin, saat ini masyarakat semakin kritis dan memerlukan informasi yang terus diperbarui. Melalui Siang Klinik diharapkan pada saat pemakai akhir  bertanya di seputar masalah vaksin maka pihak-pihak pengguna dapat memberikan jawaban yang tepat,” katanya.

Sarimuddin menegaskan, kinerja perusahaan pada 2011 mengalami peningkatan, dengan pendapatan laba bersih sebesar Rp 304 miliar.

“Pada 2012 ini perusahaan menargetkan penjualan dapat mencapai Rp 1,5 triliun sehingga kami akan terus melakukan inovasi, ke depannya diharapkan selain vaksin ada juga potensi produk-produk baru yang dapat dijual,” katanya.

Selain itu, Elvin Fajrul Jayasaputra, Direktur Perencanaan & Pengembangan mengatakan, saat ini Bio Farma tengah melakukan

riset–riset vaksin yang setiap saat selalu mengalami perubahan.

Salah satunya, kata dia, phase clinical trial tahap 3 dan akan dilaunching akhir 2012, demikian juga dengan vaksin Pentavalent, yang terdiri dari lima antigen sekaligus, terdiri dari Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).

“Ada juga vaksin yang semula Oral Polio Vaccine (ditetes) menjadi sabin inactivated polio vaccine disuntikan (sabin IPV) target 2016. New TB Vaccine, menggunakan adjuvan liposom sebagai transforter/media untuk mempercepat pembentukan antibodi dan bekerja sama dengan Lipotek, lembaga riset Australia,” katanya.

Link : http://bandungekspres.com/id/2012/04/11/bio-farma-targetkan-penjualan-rp-15-triliun/

Kategori Kegiatan