Bio Farma Targetkan Laba Rp45 Miliar<!--:-->

PT Bio Farma (Persero), BUMN yang bergerak dalam produksi vaksin di Tanah Air, menargetkan kenaikan pendapatan laba bersih sekitar Rp45 miliar lebih tahun ini atau naik 15 persen dari laba bersih 2011 lalu, sebesar Rp304 miliar. Kepala Bagian Public Relations Bio Farma, N Nurlaela, perlu beberapa langkah baru yang akan dilakukan BUMN ini, guna realisasi pendapatan laba bersih sebesar 15 persen dari patokan pendapatan bersih 2011 lalu. "Tahun lalu, kami mencatat laba bersih senilai Rp304 miliar. Proyeksi serta harapan 2012 ini, kami dapat menaikan pendapatan bersih lebih tinggi sebesar 15 persen dari realisasi 2011," katanya kepada Jurnal Nasional di Bandung, Selasa (3/4). Disebutkan guna merealisasikan target itu Bio Farma akan merilis vaksin terbaru yang rencananya bergulir pada akhir 2012. Vaksin itu bernama Pentavalent. Jika semua rencana berjalan lancar, vaksin ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara kelima di dunia yang memproduksi vaksin Pentavalent. "Vaksin ini merupakan penggabungan dari lima vaksin, yakni vaksin difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan vaksin Haemophilus Influenza tipe B (Hib)," katanya. Sampai saat ini, ada beberapa negara yang memang telah memproduksi vaksin Pentavalent, antara lain Amerika Serikat (AS), India, Prancis dan Belgia. Disebutkan selain memiliki target untuk meningkatkan kinerja, Bio Farma pun memiliki perhatian pada perkembangan sektor riil terkini, terutama yang berkaitan dengan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok. "Kendati pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pada kenyataannya, harga jual sejumlah komoditi masih relatif tinggi. Karena itu, kami juga menggulirkan beberapa program yang berpihak kepada masyarakat seperti Pasar Murah, yang merupakan bagian program Corporate Social Responsibility (CSR)," katanya. Program Pasar Murah itu menjadi bagian upaya Kementerian BUMN melalui beberapa perusahaan BUMN, agar proaktif membantu masyarakat di daerah. Beberapa lokasi pasar murah ini berlangsung dua tahap, yaitu pada 3-5 April dan 13-15 April. "Alokasi dananya cukup besar. Pada tahap I, kami menganggarkan dana Rp200 juta. Pada tahap I, kami menyiapkan 2.028 paket bahan pokok. Setiap paketnya, terdiri atas 9,5 kg beras, satu liter minyak goreng dan satu kg gula pasir," katanya. Secara nilai, total nilai paket bahan pokok ini Rp100.000. Kami menjualnya kepada masyarakat seharga Rp30 ribu per paket. link : http://nasional.jurnas.com/halaman/14/2012-04-04/204633

Kategori Kegiatan