Ponpes di Jatim diberikan Edukasi Kesehatan melalui Upaya Preventif

Ponpes di Jatim diberikan Edukasi Kesehatan melalui Upaya Preventif (Imunisasi)

(Surabaya 11/2)  Bio Farma menyelenggarakan Silahturahmi dengan puluhan pengurus pondok pesantren di Jawa Timur. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2016 yang bertujuan untuk edukasi dan sosialisasi imunisasi kepada santri dan pondok pesantren. Acara ini dihadiri oleh puluhan pengurus Pondok Pesantren di Jawa Timur, Board of Excecutives Bio Farma, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Dalam  Temu Ulama ini, 50 Pimpinan Pondok Pesantren menrima paparan tentang “Edukasi Kesehatan dan Sosialisasi Vaksin melalui upaya Preventif(Imunisasi) yang disampaikan oleh  Dr. Arifianto, Sp.A

M. Rahman Rustan selaku Direktur Operasi Bio Farma dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Indonesia masih menghadapi isu mengenai keraguan manfaat vaksin dan isu lainnya, “Dalam menghadapi ini diperlukan kolaborasi dan peran dari berbagai pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerima manfaat vaksin”, ungkap Rahman.

Rahman menambahkan bahwa Bio Farma merupakan BUMN produsen vaksin yang produknya telah digunakan ke lebih 140 Negara dan 50 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi kerjasama Islam (OKI) dimana hanya tujuh yang memiliki pabrik vaksin, namun dari jumlah tersebut hanya dua yang sudah tersertifikasi dari WHO yakni Senegal dan Indonesia.  Indonesia termasuk yang mempunyai produk paling komplit dengan 14 produk  yang diakui WHO. Bio Farma juga telah menjadi center of excellence dalam bidang vaksin bagi negara-negara Islam yang merupakan pencapaian cemerlang bagi Indonesia. Dengan demikian masyarakat tidak usah ragu menggunakan vaksin produksi dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana, dalam paparannya menyampaikan pihaknya sangat antusias dan bersyukur bisa bersilaturahim dengan Bio Farma dan para Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Timur . “Imunisasi ini sangat penting karena pencegahan  lebih murah daripada mengobati dan kami berharap pertemuan ini dapat menyampaikan informasi para santri untuk hidup sehat dan bersih, dengan hidup sehat para santri dapat belajar dan ibadah dengan baik”, ujar Herlin.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 50 Pemimpin Pondok Pesantren ini turut menghadirkan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi untuk menyampaikan pentingnya  peran media dalam sosialisasi kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Irfan mengatakan jika masyarakat menerima informasi yang tidak benar masyarakat menjadi tidak sehat.

Diharapkan masyarakat dapat memilah dan memilih jika mendapatkan informasi yang benar dan akurat dan para santri di pesantren juga harus diberikan batasan dalam menyerap informasi yang baik.

 

 

----0000----

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID


Kategori Berita