Vaksin buat Indonesia dan Dunia

Negeri ini tidak cuma patut bangga atas pencapaian penelitian dan produksi vaksinnya, tapi juga pada mereka yang berimprovisasi di bidang imunisasi.

 

            Suara tangis Alqorni Kaelion terdengar dari salah satu dari dua ruang praktik di bangunan unit yang bertuliskan "rumah vaksinasi" di depan pagarnya. Lebih dari 10 menit, bayi satu bulan itu diperiksa. Dokter yang mengimunisasi bayi pasangan Fia Sofia, 29, dan Erlangga Putra, 29, itu yang menyarankan Alqorni dibawa ke klinik di kawasan Keramat Jati, Jakarta Timur tersebut.

 

            "Kemarin di rumah vaksinasi yang dekat rumah, di Cempaka Putih, kami laporkan Alqorni terlihat membiru kalau menangis. Disarankan echo jantung." kata Fia.

 

            Fia yang warga twitter memang telah menjadi pelanggan rumah vaksinasi begitu Alqorni lahir. Ia merupakan salah satu follower akun twitter Piprim B Yanuarso. Dari media sosial itu pula, Fia mafhumtentang layanan imunisasi rumah vaksinasi yanng berjargon terjangkau dan berkualitas. ia tak perlu berjuang membelah lalulintas Jakarta karena rumah vaksinasi yang didirikan Piprim pada tahun 2012 kini telah berbiak menjadi 14, salah satunya di Cempaka putih.

 

            Layanan echo jantung yang berguna menapis kelainan jantung anak dikembangkan Piprim pada 2014 lagi-lagi untuk mengorting layanan kesehatan, yang bisa menghindarkan kecacatan, bahkan kematian anak itu. Saat ini echo baru tersediaa di rumah vaksinasi ynag dikelola Piprim di Kramat Jati, tetapi lewat kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesiia (IDAI) tempat Piprim berorgannisasi di harapkan segera berbiak.

 

Bermula dari twitter

            Seusai menuntaskan pemeriksaan pada Alqorni, Piprim membuka ruangan orakteknya dan berkisah tentang korelasi kompetensinya di kedokteran, media sosial,serta upayanya memintas banyak jalur. Piprim, yang ketika media Indonesia temui Rabu (3/9) pukul 10 malam itu akan pergi ke tanah suci lusanya, dengan runtun menceritakan kiprahnya.

 

            Pada 2012, kehebohan vaksin yang di tuding tak halal karena dibuat dari babi, serta bagian dari konspirasi Yahudi kian memanas." Saya merasa perlu urun dalam perang pro-kontra vaksin karena paham soal dalil-dalil agama sekaligus dunia kedokteran."

 

            Piprim yang kini punya follower 44 ribu di twitter tersentak ketika gerakan pro vaksinnya belum di idkuti akses pada imunisasi yang terjangkau. pengikutnya mengeluhkan vaksin yang disarankan, tetapi tak termasuk imunisasi wajib sehingga tak disubsidi, berharga mahal.

 

            "Ternyata alur yang ditempuh alur itu dapat di pangkas. Tak seperti obat yang kompleks, vaksin itu bisa dibeli langsung oleh doktre dari distributor resminya. Pemotongan jalur itu membuat vaksisn bisa lebih murah."

 

            Menyusul rumah vaksinasi yang didirikan dirumahnya, serta dioperasikannya bersama sang istri yang dokter umum. Piprim segera memperluas jaringan dengan mendirikan 14 lainnya. Semuanya dimiliki dokter umum yang menurut Piprim yang sebenarnya punya kompetensi buat mengimuniasasi tetapi fungsi itu terlanjur tak populer.

 

            Terkait kompetensinya sebagai ahli jantung anak, Piprim juga mendirikan Rumah Echo pada 2014." Saya bersama IDAI mendiidik dokter anak untuk mengoperasikan echo ini, lalu telemedicine melalui whatsapp melalui kardiolog anak yang jumlahnya di Indonesia hanya 50, padahal gangguan itu 10%

 

Dukungan Bio Farma

            Langkah-langkah inovatifnya, terutama yang terkait dengan penyadaran pentingnya imunisasi, kata Piprim tak lepas dari dukungan PT. Bio Farma (persero), produsen vaksin Indonesia yang telah mengekspor vaksin ke 127 negara. Piprim bahkan pernah mengadakan mobile parenting class, menggunakan 4 bus dari Jakarta menuju Bandung, membahas kesehatan anak hingga kampanye vaksinasi di atas bus.

 

            "Bahkan Bill Gates, filantropica dunia itu membeli bulk, semacam baku vaksin, ke Bio Farma sebagai bentuk sumbangan sehingga vaksin itu bisa berharga murah. harapan saya dan kini memang tengah di kembangkan, vaksin-vaksin yang masih di impor bisa di produksi oleh bi farma. kata Piprim.

 

            Terkait kiprah Piprim, Edwin Garna Pringadi, kepala seksi hubungan internal/media relation PT. Bio Farma, mengungkapkan kampanye tentang pentingnya vaksin bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pihaknya sebagai satu-satunya produsen vaksin di Indonesia, melainkan juga individu atau organisasi yang berkompetan. "Masyarakat umum bisa mengunjungi Bio Farma untuk lebih mengenal industri vaksin," kata Edwin.

 

            Pencapaian Piprim, kata Edwin, menjadi bagian dari perjalanan Bio Farma yang kini telah memproduksi 11 jenis vaksin yang proses penelitiannya mencapai 10 hingga 20 tahun. "Kami salah satu dari 23 produsen vaksin yang memiliki pra kualifikasi dari World Health Organization (WHO) dari 200 produsen di dunia, " kata Edwin. Penelitan dan produksi vaksin Indonesia juara, begitu pula langkah para pengusung kampanyenya (M-3).

 

BIODATA

vNama                    : dr Piprim B Yanuarso, SpA (K)

vTwitter                 : @dr_piprim

vIstri                       : dr Elsa Hufaidah, memiliki 6 anak

vPendidikan          :

  •       Fellowship Kardiologi Anaka di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Malaysia (2007
  •       Pendidikan Konsultan Dokter Anak FK Universitas Indonesia (2004)
  •       Spesialis Kedokteran Anak Universitas Indonesia (2002)
  •       Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (1991)

 

vPekerjaan :

  •       Dokter Spesialis Anak, konsultan jantung anak
  •       Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI)-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  •       Mendirikan dan berpraktik di @rumahvaksinasi dan @RumahEcho

 

Sumber : Koran Media Indonesia, Senin, 29 September 2014


Kategori ANTISERA