Marhaban Ya Ramadhan 1435 H

Bulan “Pembelajaran” dan “Pelatihan”

Bulan suci yang selalu ditunggu umat muslim telah tiba. Bulan dimana setiap amalan baik akan dilipatgandakan pahalannya dan pintu-pintu surga akan dibuka. Bulan penuh ampunan bagi umat muslim. Ramadhan adalah bulan paling mulia diantara bulan lainnya. Untuk itu rasa syukur senantiasa dipanjatkan karena bertemu bulan penuh rahmat ini.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat-Nya sehingga kita, insan BGR masih dapat bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat dan dicukupkan dengan rizki. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 H, Manajemen PT BGR Kantor Pusat menyelenggarakan berbagai acara rohani, baik untuk karyawan internal maupun masyarakat sekitar.

Mengawali rangkaian kegiatan Ramadhan, PT BGR menyelenggarakan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz KH. Amin Nasri, Lc. Dalam tausiyahnya Ia menyampaikan hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Khususnya menyiapkan hati yang paling utama. Hati yang bersih dan terhindar dari sifat-sifat sombong, iri dan dengki yang dapat merusak amalan ibadah puasa ramadhan.

Acara Siraman rohani ini juga dimanfaatkan sebagai momentum bermaaf-maafan diantara Direksi dan karyawan-karyawati PT BGR Kantor Pusat. Acara siraman rohani secara rutin juga diselenggarakan setiap hari Senin dan Rabu setelah ibadah sholat dzhuhur di Masjid Nurul Iman.

Sementara untuk menjalin tali silaturahim diantara Manajemen PT BGR, Dewan Komisaris, Direksi PT BGR lama dan karyawan-karyawati Kantor Pusat, pada tanggal 30 Juni 2014 digelar acara Buka Bersama dengan dilanjutkan Tarawih.

Direktur Utama PT BGR, Bapak Agus Andiyani menyampaikan tausiyah dalam ibadah tarawih. Dalam tausiyahnya, Ia mengajak pada kita semua untuk memaknai bulan Ramadhan 1435H ini sebagai bulan “Pembelajaran” dan bulan “Pelatihan”.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”

Disebutkan secara jelas dalam ayat tersebut bahwa berpuasa adalah proses untuk meningkatkan kualitas, yaitu dari orang ber-Iman menjadi orang ber-Taqwa. Ada pengertian yang tersirat pada ayat tersebut:

1. Kewajiban puasa ini ternyata hanya diperuntukkan kepada Orang-orang yang beriman, kenapa demikian? Karena hanya orang yang berimanlah yang dapat meyakini, mempelajari, dan memahami makna puasa. Orang yang sungguh-sungguh beriman tidak mungkin sekedar ikut-ikutan, dengan kata lain bahwa sesungguhnya Orang Muslim harus berpuasa dengan kefahaman bukan sekedar ikut-ikutan melaksanakan kewajiban. Dalam hal ini Nabi telah memprediksi bahwa “Puasa yang tidak dilandasi dengan pemahaman dan sekedar ikut-ikutan hanya akan memperoleh lapar dan dahaga”.

2. Makna yang tersirat kedua adalah “diwajibkan”, kenapa puasa ini mesti diwajibkan, kenapa bukan disunahkan, atau mubah saja? Disini terkandung makna bahwa puasa demikian pentingnya buat manusia. Segala ibadah wajib bukanlah untuk Allah, melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Karena Allah jelas tidak memerlukan segala sesuatu dari kita, karena segala apa yang dilangit dan apa yang dibumi adalah milik Allah dan Allah Maha Memiliki. Jadi makna ibadah wajib itu haruslah kita pahami secara benar, bahwa semua itu untuk kepentingan manusia dan jika wajib tadi kita tinggalkan, maka dapat dipastikan kita mengalami problem dalam kehidupan. Sehingga puasa wajib ini bukan kepentingan Allah karena Allah tidak perlu kita puasai. Puasa untuk kepentingan manusia dan jika kita tak melaksanakan dengan benar kita akan mengalami problem dalam kehidupan kita, baik fisik, psikis maupun spiritual.

Dengan demikian perintah puasa ini justru bentuk kasih sayang Allah kepada kita, Allah mewajibkan puasa karena Dia menyayangi kita, karena Allah tidak ingin hidup kita menderita dan menemui berbagai kesuliatan.

3. Makna tersirat yang ketiga dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 tersebut adalah dalam kata-2, “Sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu”, kita lantas bertanya kenapa puasa ini diwajibkan kepada orang-orang terdahulu?, hal ini semakin menegaskan kepada kita bahwa puasa memang penting untuk manusia secara universal. Bukan saja umat Muhammad, dan sampai sekarang berbagai umat manusia dibelahan bumi juga menjalankan puasa dengan caranya. Bahkan dibeberapa negara seperti India, Tibet dan Cina, selama ribuan tahun puasa dipakai sebagai salah satu tata cara pengobatan berbagai penyakit. Dengan demikian puasa memang memiliki manfaat yang amat besar.

4. Makna yang keempat, yang tersirat dalam ayat tersebut adalah “agar/ mudah-mudahan kamu mejadi orang yang bertaqwa”, inilah tujuan dari beribadah puasa, yaitu untuk menjadi orang bertaqwa, orang-orang yang selalu berbuat kebajikan, dan mampu mengendalikan diri untuk terlepas dari perbuatan yang dilarang Allah. Apabila kita perhatikan kata “bertaqwa” didahului dengan kata “agar/mudah-mudahan”, artinya tidak semua orang yang berpuasa akan mejadi orang yang bertaqwa. Hanya orang-orang yang mengikuti cara Rasulullah SAW saja yang bakal mencapai keberhasilan dari tujuan berpuasa, yaitu dengan kefahaman dan evaluasi secara terus menerus. Ditandai dengan bertambahnya amal yang baik dan berkurangnya perbuatan buruk.

Oleh karena itu marilah kita melaksanakan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kemauaan untuk terus meningkatkan kefahaman akan makna puasa itu sendiri. Semoga ibadah puasa kita tahun ini dapat meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.


Kategori Kegiatan