Siaran Pers Persiapan Nataru 2018

Oleh Kementerian BUMN 24 Desember 2017 21:05:27 WIB Di Lihat : 101

SIARAN PERS

Nomor: PR-57/S.MBU.3/12/2017

Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 3

Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775

 

 

Sinergi BUMN Guna Maksimal Layani Masyarakat Selama Masa Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

 

Jakarta, 24 Desember 2017 – Menjelang libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, BUMN bersinergi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kepadatan arus lalu lintas yang kerap terjadi ketika menjelang libur panjang. BUMN penyedia transportasi publik menggelar berbagai strategi untuk menyiapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru, antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Di bidang layanan angkutan kereta api, PT KAI (Persero) menggelar Operasi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018 di Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung selama 17 hari mulai tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan 7 Januari 2018. Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung Joni Martinus menyampaikan bahwa, “Semua aspek operasi sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta sudah siap. Termasuk 3 kereta tambahan yang dioperasikan untuk melayani masyarakat berlibur Natal dan Tahun Baru”. Kereta tambahan tersebut adalah KA Pasundan Pagi, KA Lodaya Pagi, dan KA Lodaya Malam. Selain itu, PT KAI (Persero) juga menyiapkan pengamanan ekstra yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Brimob, POM, K-9, dan 133 petugas lapangan tambahan.

Di lain pihak, Garuda Indonesia Group melalui layanan  penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan lebih dari 73 ribu kursi tambahan untuk penerbangan domestik dan internasional sebagai upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 mulai tanggal 20 Desember 2017 sampai dengan 6 Januari 2018. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Mansyuri mengatakan, “Kapasitas tambahan akan terdiri atas 22.758 kursi tambahan pada layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 50.400 kursi tambahan pada layanan penerbangan Citilink. Adapun frekuensi penerbangan tambahan terdiri atas sedikitnya 108 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan Citilink.”

Penambahan kapasitas penerbangan Garuda Indonesia melalui penerbangan ekstra akan dilaksanakan pada rute-rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi, di antaranya Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Surabaya – Denpasar pp, Medan- Gunung Sitoli pp, maupun Jakarta – Osaka pp. Sedangkan untuk Citilink, kursi tambahan disediakan di 6 sektor penerbangan yang terdiri dari Rute Jakarta – Malang pp, Jakarta – Yogyakarta pp, Jakarta – Semarang pp, Jakarta – Solo pp, Jakarta – Denpasar pp, dan Surabaya – Denpasar pp.

Dukungan BUMN untuk transportasi penumpang melalui laut disediakan oleh PT Pelni (Persero). “PT Pelni (Persero) menyiapkan 73 armada kapal yang terdiri atas 26 kapal trayek Nusantara dan 47 kapal Perintis,” ujar Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetio. Masa angkutan transportasi laut pada liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. 12 kapal reguler akan tetap beroperasi sesuai rute, diantaranya kapal tipe 2.000 penumpang KM Dobonsolo dan KM Gunung Dempo. Kapal tipe 1.000 penumpang KM Tatamailau, Tilongkabila, Binaiya, Bukit Raya, Kelimutu dan KM Awu. Kapal tipe 500 penumpang, KM Sangiang, Egon, Pangrango dan KFC Jetliner.

PT Pelni (Persero) memfokuskan pelayanan di 14 kapal, diantaranya tipe 3.000 dan 2.000 penumpang KM Dobonsolo deviasi Biak-Jayapura; KM Ciremai deviasi Ambon untuk antisipasi Port Papua-Ambon; KM Labobar untuk menambah frekuensi Bitung Jayapura Port dan Serui-Biak; KM Kelud melayani ruas Batam-belawan dan deviasi ke Kijang (Tanjung Pinang) menggantikan KM Umsini; KM Sinabung deviasi Serui untuk pelayanan Serui-Jayapura; KM Lambelu melayani wilayah tengah Balikpapan-Makassar-NTT; KM Tidar ruas Ambon-Sorong-Manokwari; KM Umsini menambah rute Makassar-NTT; KM Bukit Siguntang menambah ruas Makassar-NTT serta KM Nggapulu di ruas Ambon-Banda dan Tual.

Untuk menghadapi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama libur panjang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran di ruas jalan tol, diantaranya pendistribusian/pengurangan beban lalu lintas di segmen jalan tol pada kondisi peak hour, optimalisasi kapasitas lajur, dan meminimalisir gangguan lalu lintas. Selain itu, antisipasi kepadatan lalu lintas juga dilakukan untuk memastikan kelancaran di gerbang tol, diantaranya melalui penambahan kapasitas transaksi di gerbang tol dan penyediaan uang elektronik dan penambahan lokasi top-up tunai. Penambahan fasilitas layanan di jalan tol pun dilakukan, yaitu mengoperasikan rest area dan parking bay, toilet mobile, menyediakan BBM kemasan, poliklinik gratis, dan layanan gerak oleh Bank di rest area dan parking bay.

Kesiapan menyambut libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 juga dilakukan pada berbagai sarana dan fasilitas Bandara yang dikelola oleh BUMN. PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) dan PT AP II (Persero) siap melayani penumpang dengan lebih baik di akhir tahun 2017. PT AP I (Persero) membuka posko Nataru di 13 bandara yang beroperasi dari 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Posko Nataru ini akan beroperasi sesuai jam operasional bandara. Selain melibatkan unsur internal, PT AP I (Persero) juga melibatkan mitra di bandara seperti Kantor Otoritas Bandara, TNI, Polri, BMKG, Kantor Kesehatan Pelabuhan, pihak maskapai, dan ground handling.

“Kami juga menyiapkan jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Center of Command di Kantor Pusat Angkasa Pura I di Jakarta. Selain itu kami juga menyiapkan Contact Center Bandara 172 yang beroperasi 24 jam untuk memberikan informasi kepada calon penumpang jasa transportasi udara,” tutur Direktur Utama PT AP I (Persero) Faik Fahmi. Selain itu, PT AP I (Persero) juga menyiapkan langkah-langkah jika terjadi keadaan darurat serta gangguan yang disebabkan oleh faktor alam. "Seluruh bandara AP I sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) seperti Airport Disaster Management System (ADMS), yaitu panduan penanganan operasional khususnya bencana alam serta Airport Emergency Plan (AEP) jika terjadi keadaan darurat di bandara," imbuh Faik.

Berbagai persiapan juga dilakukan oleh PT AP II (Persero) untuk mengantisipasi melonjaknya pengguna bandara. Direktur Utama PT AP II (Persero) M. Awaluddin menuturkan,  “Sepanjang 2017, beberapa bandara sudah mengoperasikan terminal baru seperti Terminal 3 rute internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, terminal baru Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, terminal baru Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, terminal baru Bandara Internasional Supadio Pontianak, dan yang terakhir terminal baru Bandara Internasional Silangit Tapanuli Utara yang baru diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 24 November lalu. Dengan pengoperasian terminal baru, kapasitas bertambah besar dan jauh lebih nyaman,”

PT AP II membuka posko Nataru di 13 cabang bandaranya dan sebagai bandara terbesar serta tersibuk, Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuka tiga posko yang masing-masing terletak di Terminal 1B depan VIP sebagai posko utama, Terminal 2F dan Terminal 3. Posko-posko ini dilengkapi dengan data traffic pergerakan penumpang di bandara, data penerbangan tambahan, televisi untuk monitoring CCTV, serta untuk Video Conference yang digunakan untuk koordinasi bersama 12 bandara lain. Posko-posko ini akan membantu para penumpang, mendapatkan informasi terkait penerbangan.

Untuk kelancaran perjalanan, masyarakat diharapkan untuk tiba lebih awal di bandara, terminal, stasiun maupun di pelabuhan guna menghindari kepadatan akses, selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, selalu memastikan kecukupan saldo sebelum memasuki tol; memastikan kecukupan BBM dan menyiapkan perbekalan yang cukup, serta memastikan estimasi waktu tempuh di tiap perjalanan.

 

Informasi lebih lanjut:

Ferry Andrianto

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol

Telp. 021-29935678 ext 1107, Email: ferry.andrianto@bumn.go.id

 

Call Center BUMN terkait:

PT KAI (Persero) : 121 (PSTN) / 021-21 391 121

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk : 0804 180 7807

PT Pelni (Persero) : 162 (Jabodetabek) / 021-21 88 7000 (luar Jabodetabek)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk : 14080

PT Angkasa Pura I (Persero) : 172

PT Angkasa Pura II (Persero) : 138

 

Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita BUMN,Berita KBUMN
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Prescon SMT I 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn