Progress Pembentukan Holding Industri Migas

Oleh Kementerian BUMN 24 Januari 2018 17:03:38 WIB Di Lihat : 2

Dalam rangka menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai progress pembentukan holding industri migas, Selasa, 23 Januari 2018 dilaksanakan konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN lt. 3 Jl Medan Merdeka Selatan 13 Jakarta. Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Sekretaris Perusahaan PT PGN (Persero) Tbk Rachmat Hutama. (24/01)

Dalam penjelasannya kepada awak media, Harry Sampurno menyampaikan,"Pembentukan holding migas dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, investasi masa depan serta leverage perusahaan sehingga dapat berdaya saing global." Progress pembentukan holding saat ini dalam tahap pengajuan RPP yang telah disetujui oleh Menteri BUMN serta Menteri Keuangan dan saat ini menunggu persetujuan Setneg.

Skema holding BUMN industri migas terdiri atas PT Pertamina (Persero) sebagai induk holding dengan kepemilikan saham 100% dimiliki oleh Negara yang akan menguasai PT PGN (Persero) Tbk sebagai anak holding melalui pengalihan 57% kepemilikan saham. Pengalihan saham ini akan dilakukan melalui RUPS LB yang akan dilangsungkan pada 25 Januari 2018 dan akan dilanjutkan dengan integrasi PT PGN (Persero) Tbk dan PT Pertagas di bulan Maret/April 2018.

"Ke depannya, strategic holding akan dirancang untuk menjalankan proses-proses yang sifatnya strategis saja sedangkan hal-hal yang bersifat operasional akan dilakukan oleh anak-anak perusahaan yang terkonsolidasi dalam subholding upstream, pengolahan, pemasaran/retail, dan gas. Subholding gas inilah yang nantinya merupakan cikal bakal masuknya PGN (melalui pengalihan 57% kepemilikan sahamnya) ke Pertamina," jelas Nicke.



Proses pembentukan subholding ini dilakukan dengan mempertimbangkan segala hal, terutama aspek legalnya dan dengan hati-hati agar tidak mengganggu kegiatan usaha dan pelayanan perusahaan kepada customer, terang Nicke.

"Bagi PGN diharapkan melalui holding ini tidak ada lagi duplikasi investasi dengan Pertagas. Manfaat gas terintegrasikan, yaitu accessability, acceptability, affordability, dan availability. Akses ketersediaan gas menjadi semakin mudah sampai kepada konsumen, peningkatan pemanfaatan energi ramah lingkungan, harga gas yang lebih terjangkau, dan mempermudah mendapatkan sumber gas itu sendiri," papar Harry.


Pembentukan holding industri migas tidak akan mengganggu kondisi maupun status pekerja perusahaan. Penggabungan atau masuknya suatu badan usaha ke badan usaha lain tidak akan ada dampak langsung ke pekerja. "Konsolidasi SDM akan dilakukan antar perusahaan, kami berikan ruang terbuka dan telah kami sosialisasikan kepada seluruh pegawai mengenai benefit, valuation yang dicapai, operasional dan integrasi infrastruktur yang ada, sampai akhirnya subholding yang akan mengurusi midstream sampai downstream kegiatan bisnis gas dari pembentukan holding," tutup Rachmat.

Humas Kementerian BUMN

Kategori Berita KBUMN
Sub Kategori Berita BUMN
Dokumentasi BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018
Sinergi Wujudkan Pembangunan Negeri Berkelanjutan
4 Tahun Prestasi BUMN
Kinerja BUMN Tahun 2017 Update
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn