Presiden Buka Sidang Umum ke-35 ICW

Oleh Kementerian BUMN 19 Oktober 2018 12:41:26 WIB Di Lihat : 9

Jakarta, 17 September 2018 - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa yang menjaga persatuan bangsa mengingat Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan budaya bangsa yang beragam. Kepala Negara menyampaikan ajakan itu saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW (International Council of Women) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Pendopo Balkondes, Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat, (14/9).

Peresmian pembukaan kedua acara yang berlangsung serentak itu ditandai dengan memukul lesung bersama-sama oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dan Presiden ICW Jungsook Kim. "Sekali lagi negara kita adalah negara besar, kita diberi anugerah oleh Allah SWT beragam, berbeda-beda, berwarna-warni, berbeda agama, berbeda ras, berbeda tradisi, berbeda suku, berbeda bahasa daerah," kata Presiden.

Menurut Presiden, kekayaan Indonesia yang beragam perlu dijaga kesatuannya. Negara lain tidak ada yang memiliki kekayaan suku, bahasa dan budaya sebanyak yang dimiliki oleh Indonesia. Kekayaan yang dimiliki bangsa ini selain sunber daya alamnya adalah 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa daerah. "Inilah negara kita Indonesia, dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan dan kerukunan. Ini aset terbesar bangsa Indonesia yang harus kita rawat bersama-sama, kita jaga bersama-sama kita pelihara bersama-sama," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa sejumlah tokoh perempuan Indonesia terus mengharumkan nama bangsa baik melalui sektor olahraga, pasukan perdamaian, pendidikan, dan kinerja di pemerintahan.

Ia secara khusus memuji kinerja perempuan Indonesia yang terus berkarya dan berprestasi mengharumkan nama bangsa. "Artinya kita punya srikandi-srikandi yang akan terus berjuang untuk merah putih, untuk negara kita Indonesia," katanya.

Beberapa perempuan atlet yang berjasa pun disebutkan Jokowi, di antaranya pebulutangkis Susi Susanti, atlet wushu Lindswell Kwok, serta dua "spider woman" Indonesia Aries Susanti, serta Puji Lestari yang memenangkan lomba adu cepat panjat dinding."Dan juga perlu saya ingatkan 12 medali emas dari 31 medali emas yang kita peroleh disumbangkan oleh atlet-atlet wanita kita," kata Jokowi terkait kiprah atlet perempuan peraih medali emas dalam kejuaraan Asian Games 2018, baru-baru ini.

Kepala Negara juga menyebut beberapa perempuan atlet difabel yang berkiprah mengharumkan nama bangsa melalui juara Paragames. Beberapa perempuan berprestasi yang disebutkan oleh Jokowi, yaitu atlet tolak peluru peraih medali emas Peparnas Suparniati, pelari Nanda Mei Sholihah yang meraih medali emas dalam Asean Paragames 2017, atlet angkat berat Ni Nengah Widiasih yang meraih emas kelas 45 kg putri di Berck-Sur-Mer 2018 World Para Powerlifting, serta perenang Laura Dinda yang memenangkan kejuaraan Paraswimming di Jerman.

Dalam acara itu juga ditampilkan video pembukaan acara Asian Games 2018 yang direspons oleh sejumlah kaum perempuan yang hadir dengan tepuk tangan dan tawa. Jokowi pun mengingatkan bahwa beberapa adegan dalam video itu diperankan oleh pemain pengganti atau "stuntman" yang melakukan atraksi mengendarai motor untuk hiburan pada saat pembukaan Asian Games 2018. "Tapi yang ramai lagi juga yang waktu ada yang nyanyi, lalu saya joget sedikit, gak banyak. Tapi yang paling penting ini diikuti oleh 45 negara dan kita dengan persatuan tadi bisa meraih 31 emas dan rangking kita meloncat ke nomor 4," kata Jokowi.

Kehadiran Presiden Jokowi yang baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Korea Selatan dan Vietnam itu memperoleh sambutan luar biasa dari para peserta yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan.

Sebelumnya pada Kamis (13/9), Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan sambutan pada sesi diskusi "Empower a Women, Transform a Society" menyatakan bangga ada seribu organisasi perempuan di Indonesia. "Saya semula sangsi apakah benar ada seribu, ini seribu perempuan atau seribu organisasi perempuan, ternyata saya dapat konfirmasi, ada seribu organisasi perempuan di Indonesia, saya bangga," katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan piagam pencatatan rekor kepada tiga pihak yaitu Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Kementerian BUMN, serta Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, atas penyelenggaraan pertemuan seribu organisasi  perempuan yang menjadi pertemuan dengan delegasi organisasi terbanyak. Menteri BUMN Rini Soemarno menerima piagam penghargaan dari MURI itu karena juga menjadi tokoh perempuan kebanggaan Indonesia.

Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia diselenggarakan oleh ICW dan Kowani serta didukung penuh oleh Kementerian BUMN dan 35 BUMN yang berpartisipasi langsung. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Sidang Umum ke-35 ICW merupakan kepercayaan internasional. Sidang Umum ICW 2018 ini juga memperingati 130 tahun pergerakan ICW sedangkan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia menjadi momentum memperingati 90 tahun perjuangan perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia Jaya.

Hadir pada acara bersama Kepala Negara itu Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X  beserta istri GKR Hemas, Presiden ICW Jungsook Kim beserta delegasi ICW dari 19 negara, mantan Menteri PPPA Meutia Hatta, direksi BUMN, dan ribuan perempuan dari seluruh Tanah Air.

Humas

Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita KBUMN
Dokumentasi BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018
Sinergi Wujudkan Pembangunan Negeri Berkelanjutan
4 Tahun Prestasi BUMN
Kinerja BUMN Tahun 2017 Update
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn