LinkAja Resmi Diluncurkan

Oleh Kementerian BUMN 3 Juli 2019 08:43:08 WIB Di Lihat : 48

JAKARTA, 30 Juni 2019 - Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla resmikan layanan pembayaran elektronik "LinkAja" pada hari Minggu, 30 Juni 2019 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Peresmian aplikasi layanan finansial ini ditandai dengan penekanan 8 totem “LinkAja” oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Ardan Adiperdana, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Direktur Utama PT Bank Mandiri, Direktur Utama PT Bank BNI, Direktur Utama PT Bank BTN, Wakil Direktur Utama PT Bank BRI, dan Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara. Penekanan totem tersebut dilanjutkan dengan penekanan totem terakhir oleh Bapak Wakil Presiden.

Sebagaimana diketahui, "LinkAja" adalah alat pembayaran berbasis fintech hasil sinergi antara PT Telkomsel (anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.) bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) serta PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Danareksa (Persero) yang didirikan pada 21 Januari 2019. Aplikasi ini merupakan peleburan dari layanan berbasis QR Code yang sebelumnya telah dimiliki oleh masing-masing BUMN. Saat ini, pengelolaan "LinkAja" berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang sahamnya dimiliki oleh 8 perusahaan BUMN dimaksud.

Acara Grand Launching diramaikan oleh artis ibukota dan selebrasi pemenang ajang pencarian bakat Islamic Next Gen Festival. Selain itu, tampak banyak booth makanan, minuman, serta permainan interaktif di lokasi kegiatan yang seluruhnya menggunakan “LinkAja” untuk bertransaksi.

 

Sinergi Produk Keuangan Elektronik BUMN

Sebagai hasil sinergi berbagai produk keuangan elektronik BUMN, “LinkAja” memiliki misi untuk memberikan akses layanan keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam rangka mendorong peningkatan inklusi keuangan dan suksesnya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Rendahnya inklusi keuangan di Indonesia salah satunya disebabkan karena masyarakat masih memilih bertransaksi secara tunai. Hingga tahun 2018, tercatat sekitar 76% transaksi di Indonesia masih didominasi oleh uang tunai sehingga perlu dilakukan pengenalan transaksi non-tunai yang dianggap mampu meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, yaitu dengan menggunakan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran.

“Karenanya, kami berupaya untuk menyesuaikan strategi yang kami jalankan dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat sehingga mau berpindah menggunakan layanan uang elektronik dalam bertransaksi sehari-hari," tutur Danu Wicaksana selaku CEO Finarya.

Berdasarkan Surat Izin Nomor 21/65/DKSP/Srt/B yang dikeluarkan pada tanggal 21 Februari 2019, Finarya secara resmi telah mendapat lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum.

 

Fitur dan Layanan Unggulan LinkAja

“LinkAja” menghadirkan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150,000 merchant, pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital, pembelanjaan online di lebih dari 20 e-commerce nasional, pembayaran pada berbagai moda transportasi publik; puluhan partner donasi digital, layanan pengiriman uang, dan hiburan. Selain itu, “LinkAja” memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100,000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di minimart, Grapari Telkomsel, puluhan ribu ATM Link Himbara dan jaringan ATM Bersama, dan lebih dari 100 ribu jaringan outlet Mitra “LinkAja” (MiLA).

Fitur unggulan “LinkAja” yang baru adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang tanpa harus membawa kartu. Selain itu, “LinkAja” juga menjadi satu-satunya uang elektronik di Indonesia yang melayani remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang ingin mengirimkan uangnya ke keluarganya di tanah air secara mudah, murah, aman, dan cepat.

“LinkAja” menawarkan layanan pembayaran digital berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat. Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama PT Pertamina (Persero), pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan PT Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bis, LRT, MRT, dan maskapai penerbangan.

 

Capaian BUMN

Dalam kesempatan yang sama Kementerian BUMN juga memaparkan capaian BUMN Tahun 2018 yang telah membukukan total aset sebesar Rp8.092 triliun, total ekuitas Rp2.479 triliun dengan total laba sebesar Rp200 triliun. Kontribusi BUMN terhadap APBN tercatat mencapai Rp422 triliun.

 

 

 

 

Kategori Berita KBUMN
Sub Kategori Berita BUMN
Dokumentasi BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018
Sinergi Wujudkan Pembangunan Negeri Berkelanjutan
4 Tahun Prestasi BUMN
Kinerja BUMN Tahun 2017 Update
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn