Komodo Bond

Oleh Kementerian BUMN 18 Desember 2017 11:04:43 WIB Di Lihat : 11

Selamat Pagi Sobat BUMN

Pagi ini, kami ingin share tulisan dari Dwimawan Heru Santoso AVP Corporate Communications PT Jasa Marga (Persero) Tbk, semoga bermanfaat dan menginspirasi.

==========================================================

Apa Persamaan London Stock Exchange Dengan Pulau Komodo ?

Bukanlah suatu kebetulan jika Presiden Jokowi dan Menteri Rini Soemarno memberi nama Obligasi Global Rupiah pertama yang diterbitkan perusahaan di Indonesia, dengan mengambil nama “Komodo”.

Jadilah nama yang mentereng “Komodo Bond”

Maklum saja obligasi global berdenominasi mata uang lokal, biasanya diberi nama sesuai dengan nama makanan khas negara tersebut. Ambil contoh China misalnya, yang menyebutnya dengan “Dimsum Bond”. Atau India dengan nama “Masala Bond”

Menteri Rini bercerita, saat memberikan sambutan di London Stock Exchange, bahwa sempat didiskusikan juga namanya awalnya “Nasgor Bond” atau “Rendang Bond”. Nama makanan bukan ?

Namun Komodo lah yang dipilih akhirnya. Kita mafhum komodo adalah jenis hewan yang sudah terbukti hidup mungkin puluhan atau ratusan ribu tahun lalu dan bisa bertahan hingga saat ini. Serta ini yang penting, Komodo hanya ada di Indonesia.

Maka Komodo Bond menjadi simbol. Tidak hanya Komodo sebagai ikon pariwisata dan mengingatkan orang tentang Indonesia, namun obligasi ini diharapkan sukses di pasar, seperti Komodo, dia bisa sustain, dan diikuti penerbitannya oleh perusahaan-perusahaan lokal Indonesia lainnya.

Penerbitan Komodo Bond yang pertama kalinya ini, jelas merupakan kebanggan besar bagi Jasa Marga.

Bukan hal yang mudah membangun struktur sebuah obligasi global yang bisa meyakinkan investor-investor kakap kelas internasional.

Lembaga pemeringkat internasional Moodys memberikan rating Baa3. Ini adalah rating yang masuk dalam kategori Investment Grade.

Obligasi ini juga mengalami oversubscribed nyaris 4 kali lipat. Dimana dari 4 triliun yang ditawarkan Jasa Marga, permintaannya mencapai 15 triliun, datang dari berbagai penjuru dunia. Investor Amerika mencapai 26%, Eropa 19%, dan sisanya dari Asia.

Inovasi Jasa Marga dalam mencari pendanaan dengan penerbitan Global IDR Bond ini kembali membuktikan kemampuan Jasa Marga dalam mengelola kebutuhan pendanaan untuk membiayai 18 proyek barunya yang total bernilai 104 triliun. Memperluas sumber pendanaan tidak hanya dari yang konvensional melalui perbankan, namun juga mendiversikasikannya dengan dana dari pasar modal, bahkan tidak hanya dari investor lokal di dalam negeri, namun menjangkau investor global di pasar modal internasional.

Menghadiri acara Listing Ceremony kemarin jelas sesuatu yang sangat membanggakan. Mengingat London Stock Exchange bukan sembarang pasar modal.

Berusia lebih dari 300 tahun, LSE adalah pasar modal terbesar ketiga di dunia, dengan nilai kapitalisasi pasar di 2014 saja sudah mencapai lebih dari 6 triliun US Dollar.

Maka memasuki ruangan gedung bercat putih di Paternoster Square, dekat Katedral St.Paul, lokasinya London Stock Exchange, di hari Rabu kemarin, membuat anda tertegun. Layar LED di lobby, lalu LED raksasa berbentuk kubus, serta main screen mereka berhias display Sang Merah Putih, display logo “BUMN Hadir Untuk Negeri” serta diplay logo Jasa Marga. Standing banner juga menyambut di beberapa ruangan, berisi profil dan foto proyek-proyek Jasa Marga.

Sementara di balkon dipasang bendera Indonesia dan Inggris.

Benar-benar suatu hal yang membuat anda bangga.

Menteri Rini Soemarno terlihat hadir bersama Ketua OJK Wimboh Santoso, dan para Direktur Utama Bank Himbara. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Direktur Keuangan Donny Arsal terus mengumbar senyum bahagia, menyambut para hadirin, termasuk Minister of State Foreign and Commonwealth Office, Hon Alistair Burt, dan CEO London Stock Exchange Nikhil Rathi.

Tepuk tangan bergemuruh, dan bendera kecil Indonesia yang dipegang para undangan melambai, mengiringi saat countdown mencapai angka nol tepat dicatatkannya perdagangan Komodo Bond di LSE.

Dan akhirnya, lagi-lagi, Allah Maha Baik, betapa beruntungnya saya bisa menjadi salah satu saksi sejarah, Jasa Marga membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Ini menunjukkan kepercayaan internasional, kepada Jasa Marga dan Indonesia. Bahwa (seperti disebutkan Ibu Rini) “Indonesia is on the right track”.

Jasa Maga sendiri tidak akan berhenti bergerak.

Ditargetkan membangun 600 km jalan tol baru dalam tiga tahun kedepan, Jasa Marga terus berlari mewujudkan mimpinya, yang juga adalah mimpi Indonesia.

Diatas ketinggian 39.000 feet dalam perjalanan pulang sepanjang lebih dari 14.000 km, saya membuat tulisan ini, disertai sebuah kebanggaan.

Oh iya, kembali ke judul tulisan ini,

Now if anyone ask me : What is the similarity between “Pulau Komodo” and “London Stock Exchange” ?

I can proudly answer : “They both now...home of the Komodo” *proudlysmile :)

Somewhere above Mumbai, December 16, 2017.

Hari ini esok dan selamanya #IndonesiaBicaraBaik

#GoodNewsFromIndonesia

#BUMNHadirUntukNegeri

#JasaMargaConnectingIndonesia

Kategori Berita KBUMN
Sub Kategori Berita BUMN
Dokumentasi BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018
Sinergi Wujudkan Pembangunan Negeri Berkelanjutan
4 Tahun Prestasi BUMN
Kinerja BUMN Tahun 2017 Update
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn