Kemen BUMN Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks

Oleh Kementerian BUMN 11 Oktober 2017 10:14:35 WIB Di Lihat : 22

Jakarta - Bertepatan dengan bulan peduli Kanker Payudara Internasional, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian BUMN bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase) menyelenggarakan bincang-bincang dan Deteksi Dini: Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/10).

Digagas oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian BUMN, acara ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam pengendalian kanker serviks dan kanker payudara.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra yang hadir mewakili Menteri BUMN mengatakan, kegiatan deteksi dini ini mempunyai tujuan mulia dan perlu terus ditingkatkan. “Saya kira ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk masyarakat sehingga perlu diberi dukungan. Kami harapkan ke depannya ibu-ibu DWP bisa memprogramkan hal yang berkaitan dengan kesehatan dengan lebih masif.

Hambra melanjutkan, DWP dan Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN selama ini telah bekerja sama dengan intens mengkampanyekan sinergi BUMN dalam rangka BUMN Hadir untuk Negeri. “Berkat kerja sama itu kegiatan ini dapat dinikmati pegawai di lingkungan BUMN. Karena itu kami ucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni DWP, IIP BUMN, Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan BPJS Kesehatan,” ujar Hambra.

Sementara itu Ketua Penyelenggara Dina Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, kanker serviks saat ini menduduki peringkat pertama kematian ibu di Indonesia. Sementara itu kanker payudara menempati peringkat ke-dua. “Karena itu hari ini kita melakukan pemeriksaan dini untuk mengurangi tingkat kematian ibu karena kanker tersebut,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama dr. Widyastuti dari Kementerian Kesehatan RI mengatakan, saat ini pemerintah melalui Kemenkes tengah meregistrasi ulang data penderita kanker di Indonesia. “Sejak 2 Oktober lalu Kemenkes dan beberapa kementerian/lembaga telah melakukan screening kanker payudara dan serviks pada sekitar 3.700 ibu-ibu. Makin dini diketahui, penanganan akan semakin mudah dan cepat untuk kembali sehat. Kegiatan semacam ini akan memudahkan kita untuk menyehatkan wanita Indonesia,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan deteksi dini dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan deteksi kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) kepada 300 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Dharma Wanita dan karyawati Kementerian BUMN.

IVA test adalah deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang dilakukan oleh dokter ahli. Metode ini dilakukan dengan mengoleskan asam asetat ke leher rahim. Setelah itu dokter dapat menyimpulkan hasilnya apakah normal atau tidak guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

Sementara sadanis adalah Pemeriksaan Payudara Klinis oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan dengan Metode Mammografi. Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen untuk menemukan kelainan pada payudara. Mammografi efektif digunakan pada wanita usia di atas 35 tahun dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setahun sekali. Untuk usia di bawah 35 tahun dapat melakukan USG Payudara.

Kategori Berita KBUMN

Prescon SMT I 2017
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019

Social Media Bumn