Seribu Pintu, Seribu Kisah, Lawang Sewu

Oleh Kementerian BUMN 20 Februari 2017 09:15:42 WIB Di Lihat : 39

Lawang Sewu merupakan gedung bersejarah peninggalan Belanda di Indonesia. Gedung yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah ini dahulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS (salah satu perusahaan kereta api di Hindia Belanda). Setelah kemerdekaan, bangunan yang memiliki banyak pintu dan jendela yang tinggi lebar ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.

Pada tahun 1992 Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Hal tersebut bukan tanpa sebab, pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsungnya peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Dengan ditetapkannya Lawang Sewu sebagai bangunan bersejarah di Kota Semarang maka PT. KAI melalui Unit Bidang Bangunan melaksanakan Program Pemugaran dan Perawatan Bangunan Dinas di lingkungan PT. KAI.

Hingga saat ini Lawang Sewu telah melalui dua tahap pemugaran. Yang pertama kali pada tahun 2009 sampai dengan 2011, fokus pemugaran pada waktu itu dilakukan pada Gedung A, gedung C, toilet dan rumah sumur dan penataan lahan parkir dan taman. Tahap kedua pada tahun 2014 dengan fokus utama ditujukan untuk pemugaran Gedung B, D dan E. Pemugaran Gedung Lawang Sewu dilaksanakan secara bertahap agar proses pemugaran benar-benar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kaidah pemugaran cagar budaya.

Kategori Berita KBUMN

Prescon SMT I 2017
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019

Social Media Bumn