Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Bahtera Adhiguna

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Privatisasi Empat BUMN Disetujui

5 Desember 2007

Privatisasi Empat BUMN Disetujui

(SINDO), Komite Privatisasi menyetujui program privatisasi PT Jasa Indonesia (Jasindo), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII.

Rencananya, keempat BUMN tersebut akan diajukan ke DPR pada Januari tahun depan. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, kementeriannya telah mengajukan 28 BUMN kepada Komite Privatisasi. Namun,tidak seluruhnya disetujui untuk diprivatisasi, seperti PT Djakarta Llyod, PT Bahtera Adiguna, dan PT Rukindo.
Khusus untuk PT Rukindo dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) diupayakan untuk ambil alih (take over) BUMN lain. ”Artinya mereka hanya direstrukturisasi saja, bukan diprivatisasi,” kata dia seusai Rakor Privatisasi baru-baru ini. Sofyan menjelaskan, pemerintah masih akan melakukan pembahasan nama-nama BUMN yang telah diajukan Kementerian BUMN.

Pada dasarnya, lanjut dia, BUMN yang akan diprivatisasi tidak mempunyai permasalahan, namun harus dikonfirmasi terlebih dulu kepada menteri teknis yang terkait. ”Misalnya PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VIII kalau dalam rapat diputuskan akan IPO harus direstrukturisasi terlebih dulu, namun itu harus konfirmasi ke Menteri Pertanian,” kata dia.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menambahkan, saham PT Jakarta Llyod sebanyak 49% akan diprivatisasi dengan metode strategic sales. Sementara PT Bahtera Adiguna akan dimerger dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Rukindo akan dimerger dengan PT Pelabuhan Indonesia.

Sesmeneg BUMN Said Didu mengatakan, setoran privatisasi tahun depan sebesar Rp1,5 triliun. Setoran dividen yang mencapai Rp23,4 triliun, Rp21,4 triliun disetor ke APBN dan Rp2 triliun digunakan untuk pengembangan APBN. Di tempat terpisah Direktur Utama PTBA Sukrisno mengatakan tengah menunggu selesainya kajian akuisisi dengan PT Bahtera Adiguna yang dilakukan Price Waterhouse Coopers.

Kajian itu ditargetkan selesai akhir Desember 2007, dan penyelesaian akuisisi diharapkan rampung semester pertama 2008. Adapun keinginan PT BA adalah mengakuisisi 100% Bahtera Adiguna.”Keputusan dari konsultan adalah apakah nanti akuisisi itu mempunyai nilai tambah tidak,” kata dia di Jakarta kemarin.

Berdasarkan data Kementerian Negara BUMN, beberapa BUMN yang masuk program privatisasi dengan cara IPO adalah PT Jasindo (maksimal 30% IPO), PT Krakatau Steel (maksimal 30% IPO), PT Bank Tabungan Negara (30% IPO), PT Semen Baturaja (maksimal 35% IPO), PT Sucofindo (30% IPO).

Sementara tiga BUMN lain, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, dan PT INTI, akan dilepas sahamnya dengan cara strategic sales. Adapun BUMN kepemilikan saham minoritas kurang dari 51%, yaitu PT JIEP, PT SIER dengan strategic sales,Rekayasa Industri (4,97%) dan placement PT Bank Bukopin (18,47%). (nunung ahniar)

(Sindo, 05 Desember 2007)

Source :Sindo



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>