Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Bahtera Adhiguna

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Barito Surut, Batubara Tak Terangkut

7 Juli 2008

Barito Surut, Batubara Tak Terangkut

BANJARMASIN, JUMAT- Angkutan batubara di Kalimantan
Tengah selama 18 hari terakhir lumpuh akibat surutnya permukaan air
Sungai Barito. Setidaknya 108.000 ton batubara dari Kabupaten Murung
Raya dan Barito Utara tidak terangkut karena dangkalnya air di daerah
tersebut, dengan kedalaman hanya dua meter.

Hingga saat ini, 12
tongkang bahkan dilaporkan masih terjebak di alur Barito. Empat di
antaranya bermuatan antara 2.500 ton hingga 3.500 ton. “Pada saat air
normal (atau tidak surut-red), tiap hari sedikitnya dua tongkang
bermuatan penuh batu bara melayari Barito,” kata petugas teknis lalu
lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara, Rizalfi, dihubungi
dari Banjarmasin, Jumat (30/5).

Dalam satu hari terakhir, kata
Rizalfi, tinggi permukaan air sungai Barito naik 20 sentimeter. Namun,
karena permukaan sungai masih sekitar dua meter, maka alur Barito saat
ini hanya dapat dilayari kapal barang dan penumpang. Tongkang batu bara
tidak dapat berlayar, sebab membutuhkan kedalaman alur lima meter ke
atas.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi
Provinsi Kalteng, Ober Gultom, setiap perusahaan tambang wajib
membangun dan memelihara jalan yang mereka lalui untuk mengangkut hasil
tambang, baik itu jalan darat maupun jalur air.

Khusus untuk
jalur air, kata Ober, maka perusahaan dimaksud juga wajib memelihara
alur, termasuk mengeruknya, agar sungai tersebut dapat dilayari.
“Surutnya sungai ini faktor alam yang harus dipahami perusahaan tambang
di Kalteng, “ katanya.

Dari Kalimantan Selatan dilaporkan,
pendangkalan pada alur pelayaran yang terjadi sepanjang 15 kilometer
dari daerah Pelabuhan Trisakti hingga muara Sungai Barito kini mulai
dikeruk. Pengerukan ini dilakukan oleh PT Sarana Daya Mandiri yang
memenangkan tender proyek pengerukan Sungai Barito oleh perusahaan
daerah PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) Kalsel.

Direktur
Utama PT Ambapers, Irhamsyah, mengatakan, pengerukan ini dilakukan
karena setiap hari pendangkalan alur pelayaran di daerah ini mencapai
12.000 meter kubik per hari. Pengerukan kali ini akan memakan waktu
tujuh bulan dengan target terkeruk sebanyak  6,5 juta meter kubik.

Kepala
Administrasi Pelabuhan Banjarmasin, Kapten Sufrisman Jaffar mengatakan,
pengerukan itu dinilai cukup mendesak karena setiap bulan ada 6 hingga
10 tongkang batu bara yang kandas. “Akibat pendangkalan ini,
kapal-kapal yang mau masuk ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada saat
tertentu juga sekarang tidak bisa setiap saat melakukannya karena harus
menunggu air pasang,” katanya.

Kompas, 30 Mei 2008
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/30/20391516/barito.surut.batubara.tak.terangkut

Source :Kompas



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>