Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Bahtera Adhiguna

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Angkutan Laut Jakarta-Semarang Diuji Coba

22 September 2008

Angkutan Laut Jakarta-Semarang Diuji Coba

Semarang, CyberNews. Rute
angkutan laut Jakarta-Semarang mendesak dilaksanakan, sebagai salah
satu alternatif angkutan Lebaran. Ketua Komisi V DPR-RI Ahmad Muqowam
mengatakan hal itu saat melakukan peninjauan kesiapan pelayanan sarana
dan prasarana angkutan mudik Lebaran 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas,
Kota Semarang, Minggu (21/9).

Menurut Muqowam, angkutan laut Jakarta-Semarang akan diujicobakan oleh
Pemerintah Pusat menjelang Lebaran, yakni sekitar H-6 Lebaran 2008.
”Disamping itu, juga perlu dibuka jalur Jakarta-Surabaya. Langkah ini
perlu ditempuh sebagai terobosan jika terjadi kepadatan di jalur darat,
utamanya Pantura,” katanya tanpa mau merinci jenis kapal yang memulai
rute Jakarta-Semarang itu.

Dalam pantauannya di Pelabuhan Tanjung Emas, jumlah pemudik Lebaran
2008 yang tiba di pelabuhan sudah mulai meunjukkan peningkatan. Pemudik
kebanyakan datang dari wilayah Banjarmasin, Pontianak, Dumai, dan
Sampit. Dari data dari pihak pelabuhan disebutkan bahwa kemarin
tercatat jumlah pemudik mencapai sekitar 4.500-an, dengan menggunakan
sejumlah armada kapal mesin (KM) Lawit, KM Egon, KM Lauser, Dharma
Kecana II, KM Kirana II.

Dalam kesempatan itu, Muqowam mengingtaykan pengelola Pelabuhan Tanjung
Emas untuk memberikan jaminan pelayanan yang baik kepada para
penumpang, sehingga tak sampai telantar. ”Para penumpang kapal harus
mendapatkan pelayanan yang baik, jangan sampai telantar di pelabuhan.
Pelayanan dan keselamatan para penumpang harus menjadi perhatian utama
pengelola pelabuhan,” ujar dia.

Pengelolaan angkutan Lebaran di pelabuhan, lanjut dia relatif tidak
terlalu rumit, karena intensitas keberangkatan dan kedatangan kapal
tidak terlalu tinggi dibandingkan angkutan darat. Kepada para operator
kapal terutama dari perusahaan swasta, Muqowam meminta agar tidak
mempermainkan tarif angkutan kapal selama arus mudik dan balik Lebaran.

Lebih lanjut, dia berharap para pelaku bisnis transportasi laut, baik
pengelola dan operator kapal harus mampu mengubah citra kurang baik
yang bekermbang di masyarakat selama ini. Hal ini sebagai cara
mempopulerkan sistem transportasi laut sebagai salah satu alternatif
angkutan Lebaran 2008 terutama rute Jakarta-Semarang dan
Jakarta-Surabaya.

”Citra yang berkembang di masyarakat selama ini angkutan laut
merupakan moda transportasi amburadul, kotor dan sebagainya. Citra
semacam ini harus dihilangkan, sehingga angkutan laut dapat menjadi
salah satu pilihan transportasi dalam angkutan Lebaran tahun ini,”
paparnya.(Widodo Prasetyo /CN05)

Suara Merdeka, 21 September 2008
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=14316

Source :Suara Merdeka



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>