Menghadapi Generasi Millennial

 

Setelah generasi baby boomer dan generasi X bertahun-tahun menguasai dunia kerja, kini sebuah generasi baru hadir untuk mengubah tatanan kaku bentukan generasi sebelumnya untuk kehidupan yang lebih baik.Generasi Y atau yang biasa disebut millennial adalah kelompok usia produktif yang lahir antara periode 1980 hingga 2000. Di dunia profesional sendiri, millennial terus mengalami peningkatan jumlah yang signifikan terutama di ranah perusahaan rintisan/startup.

Diperkirakan pada tahun 2025, tiga perempat dari seluruh profesi yang ada di dunia akan diisi oleh mereka yang berasal dari generasi millennial. Dan itu berlaku juga untuk profesi TNI dan Polri, sekelompok generasi yang baru hadir menggantikan yang lama. Dan itu menjadi tantangan sendiri bagi ASABRI dalam menghadapi peserta dari generasi millennial ini.

Melayani peserta dari generasi millennial tentu bisa jauh berbeda dengan melayani peserta generasi-generasi sebelumnya. selain lebih muda, mereka memberikan tantangan dari segi tenik marketing sebuah bisnis. Menghadapi peserta Millennial, Asabri tidak bisa menjadi pasif. Mau tidak mau Asabri harus mengikuti perkembangan dan mengubah budaya kerja. Mulai dari cara melayani, busana kerja, fasilitas yang dapat kita berikan, sistem dan teknologi sampai interior ruangan patut dipertimbangkan. Sampai saat ini, Asabri sudah melakukan banyak perubahan dari rebranding sampai transformasi bisnis dan budaya, teknologinya pun sudah semakin dikembangkan.

Dari segi SDM, Asabri sudah berupaya yang terbaik, merekrut generasi millennial yang terbaik, mengelola dan membina mereka, agar dapat menghadapi dan memahami peserta dengan lebih baik. Pengembangannya pun sudah sesuai sasaran. Belum lama ini, Asabri sudah mengirimkan orang-orangnya dalam mengikuti seminar Marketing to Millennial yang diselenggarakan oleh ASEAN MARKETING SUMMIT, di Raffles Jakarta (06/09/18). Yaitu sebuah Event tahunan satu hari yang mengumpulkan para praktisi Marketeers dari kawasan Asia Tenggara, untuk memberikan wawasan, sharing ideas dan membangun jaringan.

Peserta dan pembicara berasal dari latar belakang yang berbeda eksekutif bisnis, pejabat pemerintah, dan akademisi terkemuka. Tahun ini, tema ini memusatkan pada pemasaran ke generasi milenium ASEAN mayoritas penduduk di kawasan itu dari perspektif pariwisata, komersial, investasi, bakat, dan ekosistem digital. Event tersebut mengemukakan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan para pelanggan Millennial dan apa yang mereka inginkan serta cara pendekatan yang terbaik.

Dari segi komunikasi, Asabri sudah mulai memperhitungkan apa yang cocok bagi mereka. Generasi Millennial lebih mudah lebih tertarik dan fokus pada pengalaman daripada produk. Sebagian besar dari mereka tidak tertarik dengan iklan tradisional. Bahkan saat mereka mencari produk secara online, mereka akan melewatkan berbagai iklan, menyaring iklan di televisi dan mengalihkan perhatian pada smartphone mereka, atau memilih menonton acara favorit mereka di media sosial.


Kategori Berita