KEPALA BIRO ANTARA KUALA LUMPUR DAMPINGI WARTAWAN ISWAMI KUNJUNGAN KE JAKARTA

Rombongan wartawan anggota ISWAMI dari Malaysia berfoto bersama seusai bertemu dengan Persatuan Wartawan Indonesia di Jakarta Kamis 1/8).

Kepala Biro Antara Kuala Lumpur Agus Setiawan yang juga Penyelaras atau Koordinator Indonesia pada ISWAMI (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia) periode 2019 – 2021 turut bersama 15 wartawan media cetak dan elektronik Malaysia berkunjung ke Indonesia tanggal 1-3 Agustus.

Rombongan wartawan Malaysia tersebut, antara lain Abdul Rashid Yusof (Group Editor New Straits Times / Presiden ISWAMI), Mohammad Khaidir Bin Abdul Majid (Group Editor Berita Harian / Bendahara ISWAMI), Mohamad Nasir Bin Yusoff (Managing Editor Bernama / Sekjen ISWAMI), Datuk Zulkefli Bin Hamzah dan (Pimred Utusan Malaysia / Wakil Presiden ISWAMI).

Selama kunjungan tiga-hari ke Indonesia, para wartawan Malaysia yang diundang oleh Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia ini akan berkunjung ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan melakukan wawancara dengan Presiden Joko Widodo dan bertemu dengan Biro Pers Istana.

Sementara pada kunjungannya ke PWI Kamis (1/8), rombongan diterima Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang; Syamsudin Ch Haesy, penasehat Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia - Indonesia (ISWAM), dan Asro Kamal Rokan; Presiden ISWAMI dan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Ilham Bintang -- yang juga Penasehat ISWAMI -- menjelaskan sejarah, perkembangan, dan kode etik serta kode perilaku PWI. Juga dijelaskan kondisi media di Indonesia dalam era digital. Ilham menyatakan, peran wartawan tetap tidak tergantikan.

"Yang berubah adalah platform media. Seperti halnya penyanyi, mereka tetap ada, meski teknologinya berubah. Dulu lagu direkam menggunakan piringan hitam, kemudian berubah ke kaset, compact disc, kemudian kini diunggah ke youtube, dan platform lain, namun penyanyi tetap ada," ujar Ilham memberi contoh.

Sedangkan N Syamsuddin Ch Haesy meminta hubungan antarwartawan kedua negara diperkuat. Sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan yang banyak. "Yang memisahkan kita menjadi dua negara adalah penjajah Belanda dan Inggris," ujar Syamsuddin Haesy.

ISWAMI lahir saat konflik soal Ambalat pada 2005. Organisasi wartawan kedua negara ini bertujuan saling memahami antar kedua negara.

(Agus Setiawan/Hendi/Iswahyuni/Sekretariat Perusahaan)


Kategori Publikasi
Sub Kategori Artikel