Kontributor Antaranews Makasar Raih Anugerah Jurnalistik AQUA IV

Minggu lalu, 23 Oktober 2014 AQUA Grup mengumumkan pemenang Anugerah Jurnalistik AQUA IV (AJA IV) dengan tema “Air dan Kehidupan Untuk Indonesia yang Lebih Sehat”. Ajang kompetisi AJA IV ini menetapkan 15 karya terbaik yang mewakili karya tulis jurnalistik, karya tulis umum, karya foto jurnalistik dan foto umum serta liputan televisi serta 2 karya inspiratif.

AJAmerupakan bentuk apresiasi AQUA Group terhadap insan media dan masyarakat penggiat media sosial yang melalui karyanya telah menginspirasi publik akan pentingnya air dalam kehidupan. Sebagai elemen yang dipercaya untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik, media berperan penting dalam upaya pelestarian air dan lingkungan. Demikian juga dengan ranah sosial media yang keberadaannya semakin popular dan tak dapat dipandang sebelah mata.

Adalah Tri Vivi Suryani, contributor antaranews biro Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kali ini berhasil menjadi salah satu pemenang. Vivi berhasil menjadi juara dua, kategori Karya Tulis Jurnalistik.

Lahir di sebuah desa kecil yang berjarak 10 km dari pusat luapan lumpur lapindo pada 22 Juni 1973, Vivi menamatkan pendidikan di Universitas Udayana, Bali.

Di dunia jurnalistik pengalamannya dimulai dengan menjadi wartawan di HU Nusa, kemudian menjadi contributor daerah majalah Tamasya, dan menjadi penulis lepas di sejumlah media. Belakangan, Vivi memfokuskan diri menjadi penulis di portal berita milik Kantor Berita ANTARA biro NTB, khususnya yang bertemakan Human Interest.

Vivi pun berhasil membawa hadiah berupa uang senilai 10 juta rupiah.

 

Pejuang Air di Dataran Dahaga.

Tulisan Vivi yang berjudul “Pejuang Air di Dataran Dahaga” dimuat di portal antaranews Mataram tanggal 22 Juni 2014. Melalui tulisannya tersebut diceritakan bagaimana Slamet Suryawan Sahak, salah seorang penduduk di Kelurahan Ijo Balit, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB ingin mengubah lahan bekas penambangan pasir menjadi kolam pemandian yang indah.

Slamet sempat dianggap orang gila karena desanya ibarat dataran tanpa air, ibarat dataran yang dahaga namun malah ingin dibuat menjadi kolam pemandian. Kenyataan itu tidak membuat Slamet patah semangat. Dibantu warga desa yang percaya akan mimpinya, Slamet berusaha membelah bukit di Lendang Panas untuk membuat terowongan yang akan mengalirkan air.

Dengan kerja keras dan ketekunan, mimpi pun bukan lagi mimpi. Lendang Panas berubah menjadi Lembah hijau yang hadir sebagai kawasan wisata berpengaruh besar bagi perekonomian warga sekitar.

 

 


Kategori Prestasi