Wednesday, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Vision PT Angkasa Pura II (PERSERO) : "To be an international-class airport management company with high competitiveness regionally"

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

Bagaimana menurut pendapat Anda mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) ketika anda berada di Bandara yang kami kelola?

View Results

Loading ... Loading ...

Bandara Soekarno-Hatta Diteror Bom

17 September 2010


Kapolda
Metro Jaya Jamin Kondisi Aman

 

TANGERANG-Ancaman
bom menimpa pesawat maskapai penerbangan Airfast Indonesia yang tengah parkir
di Terminal IC kedatangan, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis (16/9)
kemarin. Hingga pukul 19.00 semalam, Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polres
Bandara Soekarno- Hatta, masih melakukan penyisiran guna memastikan ancaman
penelepon gelap tersebut.

 

Ancam
bom di objek vital itu mendapat perhatian serius Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol
Timur Pradopo yang sempat mendatangi lokasi dan PT Angkasa Pura (AP) II selaku
pengelola bandara. Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Hari Cahyono saat
dihubungi INDOPOS membenarkan isu ancaman bom tersebut dari penelepon gelap
kepada salah satu maskapai perbangan sewaan tujuan Indonesia Timur.

 

“Setelah
mendapat teror bom dari penelepon gelap itu kami langsung berkoordinasi dengan
pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya. Menurutnya juga, ancaman
bom itu kali pertama diterima manajemen PT Airfast Indonesia. Saat itu juga
pihak manajemen pesawat itu menghubungi Dirut PT AP II, Tri Sunoko guna
memberitahukan ancaman bom dari penelpon gelap tersebut. “Sesuai tugas
pokok, kami langsung memperketat keamanan di semua Uni dan membantu aparat
polisi melakukan penyisiran di Terminal IC,” kata Hari juga.

 

Sebelum
Kapolda Metro Jaya Timur Pra-dopo tiba di bandara pukul, 17.30, Kapolres Bandara
Soekarno-Hatta, Kombes Tornagogo Sihombing dan Wakapolres, AKBP Tatan
Sulistiyana serta para kasat terlihat sibuk meninjau maskapai Airfast Indonesia
yang diancam bom. Akibatnya, kantor ticketing office semua maskapai mendapat
pengawasan ketat meski tutup dan tidak ada aktivitas. Kepada wartawan, Irjen
Pol Timur Pradopo mengaku kunjungannya ke bandara bagian dari kesiapan Polda
Metro Jaya dan Polres Bandara Soetta mengamankan arus balik Lebaran. Apalagi,
saat ini ada peningkatan penumpang yang signifikan. “Pengamanan ini berkat
kerjasama pengelola bandara dengan polisi,” ungkapnya kepada INDOPOS di
sela-sela melakukan kunjungannya. Mantan Kapolda Jabar ini sempat mengecek
kesiapan konter check-in dari berbagai maskapai dan berbincang-bincang dengan
para penumpang yang baru tiba di bandara. Namun., dia tidak mengunjungi
terminal I C lokasi yang mendapat ancaman bom pada pesawat Airfast Indonesia.

 

Saat
ditanya terkait ancaman bom, dia mengatakan informasi itu tengah didalami.
“Sekarang tengah dilakukan langkah-langkah antisipasi jangan sampai ancaman
bom itu membuat masyarakat tidak tenang,” cetusnya.

 

Dia
juga mengatakan, sesuai standar operasional sistem pengamanan anti teror,
pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel polisi memeriksa dugaan bom di
dalam pesawat tersebut. “Sekab lagi saya tegaskan, kami masih terus
melakukan penyelidikan isu ancaman bom di pesawat tersebut,” ungkapnya
juga. Dia juga menegaskan, saat ini kondisi Bandara Soetta sangat baik dan
normal.

 

Hal yang sama diungkapkan Kapolres Bandara
Soetta, Kambes Tornagogo Sihombing yang tidak bersedia menjelaskan secara rinci
ancaman bom tersebut. “Kasus ini masih dalam penyelidikan petugas dan
mohon kesabaran rekan-rekan wartawan,” ujarnya, (gin)

Source :Indopos



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>