Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura II (PERSERO) : "Menjadi pengelola bandar udara bertaraf internasional yang mampu bersaing di kawasan regional"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Bagaimana menurut pendapat Anda mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) ketika anda berada di Bandara yang kami kelola?

View Results

Loading ... Loading ...

Sepekan, Angkasa Pura II Raih Dua Award Sekaligus

18 Mei 2011

TANGERANG—Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan Service Quality (SQ) Award 2011 untuk kategori Pelayanan di Bandara Domestik Indonesia. Penghargaan ini dikeluarkan lembaga independen yang melakukan penilaian dan penghargaan di bidang marketing maupun service, Carre –Center for Costumer Satisfaction & Loyalty (Carre – CCSL), serta Majalah Service Excellence. Selain itu, manajemen juga menerima penghargaan di dunia pendidikan.


Yuliana Agung, CEO Carre – CCSL menjelaskan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapatkan total skor Indonesia Service Satisfaction Index (ISSI) sebesar 3.8902 dari survei yang dilakukan lembaganya terhadap 3.000 responden. Seluruh responden tersebut merupakan pengguna jasa bandara kelas menengah dan atas yang berdomisili di empat kota besar seperti Jakarta, Makasar, Surabaya dan Medan.
”Skor ISSI yang diperoleh Bandara Soekarno-Hatta tersebut di atas rata-rata bandara domestik yang ada di Indonesia. Atas dasar itulah, PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta berhak menerima Service Quality Gold Award 2011,” paparnya.
Dijelaskan, indeks pengukuran skor ISSI dibagi dalam dua indikator, yaitu dari persepsi nilai pelayanan (Perceived Service Value/PSV) dan persepsi kualitas pelayanan (Perceived Service Quality/PSQ). PSV merupakan persepsi kesetaraan antara harga yang dibayarkan pelanggan dan pelayanan yang diperoleh pelanggan. Sedangkan PSQ meliputi empat aspek persepsi yang mepiluti Accessibility (pengaksesan dari service center oleh pelanggan), Process (prosedur dan unsur-unsur yang terkait denga proses pelayanan), People (staf atau frontliner yang berinteraksi dengan pelanggan), dan Service Complain Handling (kualitas penanganan keluhan).
Yuliana menambahkan, metode survei yang dilakukan lembaganya tersebut menggunakan teknik sampling (multistage area random sampling samping dan booster quota sampling) serta metode kontak (face-to-face interview), yaitu metode di mana responden memberikan penilaiannya secara langsung kepada surveyor. ”Kemudian, pengukurannya dilakukan secara akademis, melalui metode statistik dan perangkat multiple regression untuk mendapatkan peringkat yang kami namakan Indonesia Service Satisfaction Index (ISSI). Kami jamin, penilaian yang kami peroleh dari responden merupakan penilaian yang cukup objektif,” ungkapnya.

Selain menerima penghargaan kepuasan pelanggan dari Carre – CCSL, dalam pekan yang sama, PT Angkasa Pura II juga menerima penghargaan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti – Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan civitas atas kepedulian perusahaan terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di STMT Trisakti.
Menanggapi kedua penganugerahan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengungkapkan, manajemen mengungkapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat telah memberikan penilaian positif melalui survei yang dilakukan Carre – CCSL kepada masyarakat akademik Trisakti. ”Award ini sesungguhnya merupakan cambuk bagi kami agar tidak pernah berhenti berkreasi  dan berinovasi dalam mengupayakan kepuasan pelanggan, juga agar terus memerhatikan dunia pendidikan seperti yang selama ini kami lakukan,” ujarnya.
Namun, menurutnya, sesungguhnya award tersebut belum cukup membuat manajemen puas apalagi lupa diri. ”Karena sesungguhnya, penghargaan tertinggi dari segala jenis award yang kami ingin capai adalah senyum puas dan kebanggaan para pelanggan saat mereka datang maupun ketika pergi meninggalkan bandara kami,” lanjut Rafi.
Rafi memaparkan, saat ini Angkasa Pura II tengah melakukan pembenahan kualitas pelayanan, baik meliputi pembenahan sistem  maupun infrastruktur. Khusus Soekarno-Hatta, jelasnya, tengah disiapkan grand design atau rencana induk baru untuk membenahi secara komprehensif bandara yang kepadatan penumpangnya telah melebihi kapastitas tersebut. Saat ini, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta telah mencapai 44,3 juta pergerakan per tahun, sementara kapasitas yang tersedia hanya 22 juta penumpang per tahun.

”Desain finalnya sudah selesai kami buat, tinggal menunggu persetujuan Wakil Presiden. Setelah disetujui, kami akan langsung membuat desain detail dan melakukan ground breaking pada 2012. Kami targetkan, 2014 nanti, Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya hadir dengan wajah baru, tetapi juga dengan daya tampung hingga 65 juta penumpang per tahun,” jelasnya.
Dalam rencana induk tersebut, Bandara Soekarno-Hatta diorientasikan memiliki empat terminal penumpang (saat ini tiga penumpang), yang didukung sebuah sistem bernama People Mover System (PMS) yang akan mengintergrasikan seluruh terminal melalui sarana transportasi compact dan dinamis. Selain itu, akan dibangun pula sebuah landasan pacu (runway) baru untuk mengimbangi  kapasitas terminal. Kemudian angkutan barang akan dilokalisasi di satu terminal khusus kargo (cargo village). Sementara yang paling menarik adalah adanya sebuah bangunan utama berlantai empat di tengah bandara berkonsep ”one stop service”. Bangunan ini, selain akan menjadi bangunan penghubung langsung antara terminal 1 dan 2, juga akan berfungsi sebagai pusat kegiatan bisnis dan komersial moderen. Sedianya, di bangunan ini pula akan berdiri stasiun KA Bandara yang akan membawa penumpang dari dan menuju jakarta, sebagai implementasi dari sistem intermoda.
”Aktivitas check-in nantinya juga akan terpusat atau tersentralisasi di bangunan ini, tidak lagi tersebar di setiap terminal seperti saat ini. Satu lagi, bangunan ini juga akan menjadi pusat area parkir kendaraan dengan kapasitas hingga 20.000 unit mobil. Jadi, ke depan Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi sebuah kawasan yang kami sebut kawasan ’Aerotropolis’,” pungkas Rafi. (*)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>