Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura II (PERSERO) : "Menjadi pengelola bandar udara bertaraf internasional yang mampu bersaing di kawasan regional"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Bagaimana menurut pendapat Anda mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) ketika anda berada di Bandara yang kami kelola?

View Results

Loading ... Loading ...

Kunjungan PANGKOOPS TNI AU I ke Bandara Internasional Minangkabau

16 April 2007

Dalam kunjungan ini, PANGKOOPS AU I membawa serta KADISBANGOPS AU, Marsma TNI Ekojati Priyanto dan beberapa perwira di lingkungan Komando Operasi TNI AU I. Penyambutan dilakukan langsung oleh Kepala Cabang BIM, Cik Dien Hasan beserta jajarannya di depan pintu masuk gedung operasi,kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di ruang rapat. Pada kesempatan pertama Kepala Cabang memberikan pemaparan tentang kondisi BIM saat ini dan rencana ke depan serta fasilitas-fasilitas yang dimiliki BIM. Dalam acara diskusi membahas mengenai pengolalaan ruang udara nasional yang secara nyata merupakan kepentingan sipil-militer, meski keduanya memandang dari aspek yang berbeda. Kepentingan bersama yang langsung menonjol adalah yang terkait dengan aspek keselamatan penerbangan. Dalam hal ini telah terjalin baik kerja sama antara kedua otoritas itu, di luar aspek keselamatan penerbangan,kerjasama sipil-militer dalam pengelolaan ruang udara nasional tampaknya belum tertangani secara baik,khususnya yang terkait dengan peran otoritas penerbangan sipil dalam pertahanan/pengamanan wilayah nasional. Sebagaimana dipahami bersama,penegakkan kedaulatan negara merupakan salah satu fungsi pemerintah. Sejalan dengan itu, otoritas sipil juga dapat amat berperan dalam pertahanan/pengamanan wilayah udara nasional, bahkan dapat merupakan salah satu ujung tombak. ”Seperti contoh di India, jika suatu penerbangan tidak memiliki Security Clearance masuk ke wilayah uadar India, otoritas penerbangan sipil langsung mengusirnya, jika tetap memaksanya masuk maka akan dilaporkan ke Angkatan Udara untuk di Intercept ”ujar Ganjar. Masuknya pesawat terbang asing ke wilayah udara nasional tentu perlu mendapatkan perhatian khusus karena langsung atau tidak langsung, dapat berdampak pada prtahanan/keamanan negara,selain dapat digunakan untuk maksud tersembunyi atau sebagai senjata udara seperti Tragedi WTC dan Pentagon 11 September 2001 lalu. Hal lain yang di ungkapkan PANGKOOPS TNI AU I adalah langkah terobosan ke depan yang perlu menjadi bahan pemikiran serius adalah kemungkinan pemanfaatan hasil dektesi radar sipil untuk kepentingan pengamatan udara oleh petugas ATS. ”Bila langkah ini dapat diwujudkan,maka selain dapat dilakukan penghematan biaya investasi dan operasional-karena wilayah udara nasional harus ’dipagari’ oleh radar masing-masing juga kerjasama sipil-militer dalam pengelolaan wilayah nasianal akan meningkat nyata dengan terintergrasinya sistem pengamatan udara sipil dan militer ”ungkap Ganjar.(Yudha-PDG)

Source :Investor daily



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>