Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura II (PERSERO) : "Menjadi pengelola bandar udara bertaraf internasional yang mampu bersaing di kawasan regional"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Bagaimana menurut pendapat Anda mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) ketika anda berada di Bandara yang kami kelola?

View Results

Loading ... Loading ...

Dephub Setujui Masterplan Bandara Majalengka

27 Maret 2007

JAKARTA-Departemen Perhubungan telah menyetujui rencana induk (masterplan) pembangunan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Namun, skema pembiayaan tetap tanggungjawab Pemerintah Daerah Jawa Barat tanpa menggunakan dana APBN.

“Masterplan telah Mta setujui tapi Mta tidak menyetujui skema pembiayaannya. Artinya, tidak akan menggunakan dana APBN,” kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, akhir pekan lalu.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Dephub Wendy Aritonang menjelaskan, masterplan itu telah ditandatangani bulan lalu.

Terkait skema pembiayaan, Hatta mengungkapkan, hal itu sesuai dengan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada saat izin bandara itu diberikan. “Dalam pengajuan awal oleh Pemprov Jawa Barat, bandara itu akan dibangun dengan dana sendiri atau oleh investor. Dalam izin yang kita berikan, itu tercatat,” tambahnya.

Sebab, tutur Hatta, setelah masterplan disetujui, Pemprov Jabar mengirimkan surat kepada Dephub yang meminta agar pembangunan bandara itu menggunakan dana APBN setelah masterplan disetujui Dephub. “Nah, ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Sebab tidak mungkin membiayai bandara sebesar itu karena menurut masterplan-nya akan ada Aero City-nya,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, Mohamad Iksan Tatang saat menjabat direktur jenderal Perhubungan Udara (sekarang menjabat Irjen Dephub), mengatakan, pembangunan bandara Majalengka merupakan prakarsa Pemprov Jabar. Karena itu, pembuatan masterplan-nya menjadi tanggungjawab Pemprov Jabar.

Tatang mengatakan, cepat tidaknya persetujuan atas masterplan tersebut sangat berpengaruh pada cepat atau lambatnya realisasi pembangunan bandara itu. “Sebab, kalau masterplan-nya selesai dan disetujui, maka dengan itu mereka bisa mencari investor,” jelasnya.

Meski pembangunan bandara itu merupakan inisiatif Pemprov Jabar, pemerintah pusat memberi dukungan besar seperti tertuang dalam penetapan lokasi yang sudah disahkan dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan No 34/2005. Setelah penetapan lokasi disetujui, dilanjutkan dengan penyusunan studi masterplan yang dibiayai melalui APBD 2006 sebesar Rp miliar. Selanjutnya, Pemprov Jabar akan menyusun rencana teknik terinci yang juga dibiayai dari APBD.

Berdasarkan estimasi Pemprov Jabar, dana pembangunan bandara Kertajati menelan dana US$ i miliar atau sekitar Rp 9 triliun.

Investor Asing Beberapa waktu lalu, Kabid Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Bappeda Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan, sudah ada investor dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Belanda yang menyatakan minat untuk menggarap proyek bandara tersebut. “Kami harap pemerintah pusat bisa menjadi fasilitator dalam menggandeng pihak swasta,” ujar Dicky.

Berdasarkan data Badan Pengelola dan Pembangunan (BPP) Bandara Internasional Majalengka, investor asal Cina, Saudi Arabia, Jerman, dan negara-negara di Timur Tengah juga meminati proyek tersebut. Pembangunan bandara itu direncanakan mulai tahun 2008.

Untuk mendukung realisasi pembangunan bandara tersebut, Pemprov Jabar mengusulkan pembangunan infrastruktur regional ke arah timur Jabar untuk dimasukkan dalam APBN 2007. “Seperti jalan Cileunyi-Sumedang-Dawuan dan tol Cikampek-Cirebon,” ucap Dicky.

Jika jalan akses tersebut telah terwujud, akan menjadi jaminan realisasi pembangunan Bandara Kertajati. Bandara baru tersebut akan dibangun di lokasi yang berjarak^ km dari Bandung. “Dengan adanya jalan tol, jarak 40 km tidak akan menjadi masalah,” ucap Dicky.

Pembangunan Bandara Internasional Kertajati didasari oleh kapasitas Bandara Husein Sastranegara Bandung yang sudah terlampaui dalam lima tahun mendatang. Bandara Husein Sastranegara merupakan satu dari 10 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II. (098)

Source :BISNIS



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>