Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura II (PERSERO) : "Menjadi pengelola bandar udara bertaraf internasional yang mampu bersaing di kawasan regional"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Bagaimana menurut pendapat Anda mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) ketika anda berada di Bandara yang kami kelola?

View Results

Loading ... Loading ...

Dephub didesak ambil alih lini 1 Soekarno-Hatta.

13 Juni 2008

Pengguna jasa gudang lini 1 Bandara Soekarno-Hatta mendesak Departemen Perhubungan untuk mengambil alih pengelolaannya karena terbukti tidak ada perbaikan fasilitas, baik secara fisik maupun sistem.


Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Perwakilan Bandara Soekarno-Hatta Arman Yahya mengatakan gudang tersebut dibangun dan dimiliki oleh pemerintah sejak 20 tahun lalu, tetapi pengelolaannya diserahkan kepada PT Angkasa Pura (AP) II.



“Sampai saat ini tidak ada perbaikan fasilitas maupun sistem operasional di daJamnya, sementara tarif terus dinaikkan secara sepihak oleh pihak pengelola,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.


Menurut dia, pengelolaan gudang sebaiknya diambil alih oleh Dephub agar pengguna jasa bisa mendapatkan layanan yang lebih baik dan tanpa pengaturan tarif dari para pengelolanya.


Gafeksi menilai tidak ada kompetisi antara satu pengelola gudang dan pengelola lainnya, tarif lebih banyak diatur oleh pihak AP II. Apabila pemerintah turun tangan, maka kondisi tanpa persaingan tersebut diharapkan tidak terjadi lagi.


Dari pemeriksaan awal, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menemukan adanya indikasi praktik bisnis yang melanggar UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.


Selama pemeriksaan berlangsung, pengguna jasa terpaksa menerima penerapan tarif barumeski tidak ada perbaikan fasilitas apa pun dari pengelola gudang.


Arman mengungkapkan kemungkinan besar pemerintah akan mengambil alih pengelolaan gudang lini 1 Bandara Soekarno-Hatta bila penyelidikan dari KPPU selesai.


Berbeda dengan sikap Gafeksi yang sebagian besar pengirimannya internasional, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) menilai kenaikan tarif gudang lini ] masih dapat diterima apabila seluruh pungutan liar yang banyak terjadi di terminal domestik dihapuskan.


“Sepanjang pungli-pungli dihapuskan, kenaikan sewa gudang lini 1 Bandara Soekarno-Hatta layak dipertimbangkan dan diterima,” ujar Direktur Eksekutif Asperindo Syarifuddin, kemarin.


Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengungkapkan pihaknya akan mengkaji permintaan itu.


Dia berharap dapat menemukan solusi secara bertingkat melalui administrator bandara dan Ditjen Perhubungan Udara, seperti pola yang dilakukan oleh admistrator pelabuhan dan Ditjen Perhubungan Laut di Tanjung Priok.


Berjalan lancer AP II mengklaim penerapan tarif baru gudang lini 1 Soekarno-Hatta berjalan lancar dan tidak terkendala oleh sikap resistensi dari pengguna jasa seperti sebelumnya.


Kepala Unit Bisnis Pelayanan Kargo AP II Jaya Tahoma mengungkapkan penerapan tarif baru oleh para pengelola gudang lini 1 sejak awal Mei berjalan dengan baik. (anf.piuo@bisnis.co.id)

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>