Wednesday, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura I (Persero) : "Menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan pengelola bandar udara terbaik di Asia."

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

Presiden Setuju ATS Dikelola Single Provider

16 July 2007

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) Budhi Muliawan Suyitno mengungkap, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono setuju pengelolaan pelayanan navigasi udara (ATS) oleh pengelola tunggal (single provider).
“Ya, secara lisan Presiden telah menyatakan setuju agar ATS ditangani oleh Single Provider sesuai rekomendasi Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan transportasi (Timnas EKKT) beberapa waktu lalu,”ujar Budhi kepada Investor Daily di Jakarta.
Budhi mengungkapkan rencana pemerintah menyatukan seluruh pengelolaan ATS dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang akan berada di bawah Dephub. Rencana itu juga telah disetujui oleh Komisi V DPR dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan ketika itu, Hatta Rajasa.
Tujuan penyatuan itu adalah untuk memberikan pelayanan yang sama kepada maskapai dan agar layanan ATS tidak lagi profit oriented. Selain itu, juga akan memberikan jaminan kesejahteraan yang sama kepada seluruh petugas ATS.
Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi V DPR, IATCA (Indonesia Air Traffic Controllers Association) dan IAMA (Indonesia Aviation Meteorologist Association) mendukung pengelolaan ATS dan seluruh fungsi navigasi penerbangan dalam sebuah lembaga tersendiri.
IATCA merekomendasikan agar pengelolaan ATS tersebut melalui BUMN khusus. Selama ini, ATC dikendalikan oleh lima pihak, yaitu PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, Dephub (melalui bandara-bandara UPT), Otorita Batam, dan beberapa swasta murni seperti di Lhok Seumawe, Lhok Sukon, dan Timika. Selain itu, terdapat sebagian ruang udara yurisdiksi Indonesia yang pelayanannya saat ini masih didelegasikan secara resmi kepada Singapura yaitu, sektor A,B dan C diantaranya mencakup wilayah udara kepulauan Natuna (Sumber berita / Investor Daily; c98)

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>