Wednesday, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PT Angkasa Pura I (Persero) : "Menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan pengelola bandar udara terbaik di Asia."

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

Aset Buron Kasus Parkir Bandara Disita

21 November 2013

DENPASAR- Beberapa aset milik bos PT Penata Sarana Bali (PBS), Ketut Chris Wisnu Sridana (CS) yang menjadi tersangka kasus parkir Bandara Ngurah Rai ternyata sudah disita oleh Kejaksaan Agung. Penyitaan berdasarkan hasil penetapan Pengadilan Negeri Denpasar tertanggal 29 April 2013. Total ada tujuh aset yang disita.

Salah satu aset yang disira adalah rumah yang ada di Perumahan Taman Bougainville di Jalan Gunung Andakasa nomor 8A Denpasar Di depan rumah terdapat pengumuman dari Kejaksaan Agung. “Kejaksaan Agung RI, Pengumuman tanah ini disita oleh Kejaksaan Agung RI berdasarkan perintah penyitaan dari Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda, Tindak Pidana Khusus nomor print 66/f.2/fd. 1/10/2012 tanggal 22 Oktober 2012. Dan penetapan pengadilan Negeri Denpasarnomor/Khusus/PLN.PID/ 2013PN.DPS tanggal 29 April 2013.”

Rumah tersebut dalam kondisi kosong. Gusti ARM, tetangga tersangka mengakui rumah tersebut milik Chris. Dia mengatakan bangunan Chris memang luas dibanding yang lain. Lantaran dua petak rumah dijadikan satu ditambah lagi tanah kavling di belakang rumahnya. “Sekitar 5 are luasnya, kalau termasuk tanah kavling di belakangnya. Perumahan ini tahun 2004 sampai 2005. Rumahnya Pak Chris kayaknya tahun itu,”ujar pria asal Gianyar ini.

Dia mengatakan selama ini Chris di lingkungan itu termasuk ramah. Dan senang menyumbang jika ada acara. Namun belakangan dia tahu, kalau ada masalah. Sehingga beberapa usahanya macet, termasuk usaha restaurannya. Sehingg ada beberapa perabotan seperti beberapa kulkas di areal parkir mobilnya. “Rumah ini kadang ada yang menjaga, kadang sepi,”imbuhnya.

Memang jika dilihat dari luar rumah Chris paling megah ketimbang yang lain nya. Pintu gerbang tinggi, dan berisi dua lambang moge Hurley Davidson, kemudian ada kamera khusus pagi para tamu dengan tombol – tombol untuk mengetahui siapa tamu yang datang. Bangunan lantai dua itu terlihat megah dengan tiang bulat, mirip gaya rumah mediterania.

Sedangkan berdasarkan sumber Koran di kejari Denpasar, didapatkan beberapa data yang terkait dengan aset Chris adalah. Kejagung sudah menyita 7 lokasi berupa aset dalam bentuk lahan, yang cukup luas. “Namun alamat dan lokasinya belum jelas. Termasuk juga apakah lahan tersebut ada bangunan atau tidak, yang pasti sudah disita,” ujar sumber koran ini.

Atas penyitaan ini Kajari Denpasar Jaya Kesuma membenarkan ada penyitaan aset milik Chris. Dia mengatakan sudah berlangsung beberapa waktu lalu, penyitaan atas aset – aset tersebut. “Tetapi lokasi, luas dan apa bangunannya saya tidak hafal. Nanti coba akan saya mintakan untukdidata, besok saya akan berikan datanya, ” janji Jaya Kcsuma saat ditemui di Kejari Denpasar kemarin.

Seperti halnya berita sebelumnya, Kejagung sudah melimpahkan tiga tersangka kasus ini. Tiga orang iru adalah MM alias Mekhael M aksi yang adalah Manager Operasional PT PSB, RJS alias Rudi Jhonson Sitorus yang adalah staf administrasi dan IB alias inderapura Barnoza yang adalah General Manager PT PSB. Sedangkan satu tersangka lagi dalam kondisi buron, yaitu Dirut PT PSB Kctut Chris Wisnu Sridana.

Kasus ini merugikan negara hingga Rp 28 miliar lebih. Empat orang ini menggarong duit parkir di Bandara Ngurah Rai, dengan cara melakukan memanipulasi dan rekayasa sistem komputerisasi pendapatan parkir di Bandara Ngurah Rai. Pola pengelolaan kerjasama ini diputus setelah Desember 2011. (Sumber:Radar Bali)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>