Amarta Karya Gandeng Wuhan Hengyuan Garap PLTA
3 November 2011
JAKARTA- PT Amarta Karya Persero berencana menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama dengan Wuhan Hengyuan, RRT, untuk menggarap turbin dan mekanikal elektrik pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Kami akan bertemu dengan mereka untuk memfinalisasikan kerja sama ini,” ujar Direktur Utama Amarta Karya Bambang Kunto di Jakarta, Selasa (11/10).
Bambang menambahkan kerja sama ini seyogyanya dapat memberikan kontribusi kepada perseroan dalam hal kontrak-kontrak yang akan dikerjakan.
Sebagai jasa konstruksi spesialis dan industri penunjang konstruksi, proyek ini diharapkan meningkatkan kinerja perseroan yang akan dicapai dalam satu tahun ini.
Selain kerja sama dengan Wuhan Hengyuan, perseroan juga tengah melakukan finalisasi kerja sama dengan beberapa perusahaan RRT lainnya untuk pekerjaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang akan segera dilakukan pada tahun depan.
“Perusahaan tersebut akan ditentukan kemudian setelah mereka menunjukkan kualitas yang dapat meyakinkan manajemen perusahaan secara menyeluruh,” imbuhnya.
Ia mengakui kerja sama luar negeri ini dilakukan dalam rangka transformasi usaha perusahaan. Contohnya, perseroan telah menjalin kerja sama dengan Shin Shin, Korea, dalam pengembangan pompa pengendalian banjir pada 2011.
Selain itu dengan Hongya, Korea dalam desain dan konstruksi PLTA di Bengkulu untuk PLN Pembangkitan Sumbagsel, serta Nomura, Jepang, dalam pekerjaan fabrikasi galangan kapal keruk pada waduk dan bendungan, khususnya BBWS Bengawan Solo tahun ini.
“Sedangkan untuk domestik, kami melakukan sinergi dengan sesama BUMN, yakni PT Kasawan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PTPN III Persero dan kesemuanya itu adalah membangun gedung dan pembangunan PLTBS Rambutan,” ucapnya.
Selain itu, Amarta Karya pun turun bersinergi dengan sesama BUMN Konstruksi, antara lain untuk pekerjaan pintu air Batutegi dam irigasi proyek Lampung milik Adhi Karya, pintu air Bendung Komering Sumsel dengan Waskita Karya, serta pekerjaan baja proyek pembangunan kantor Bupati Inhil Riau dengan PTPP.
“Pada akhirnya, kami mengharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan karyawan,” tuntasnya.(ant/hrb)

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )