KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 23 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

PGN Siapkan Dana Akuisisi Rp 3,4 Triliun

5 Pebruari 2010

Oleh Eko Adityo Nugroho

JAKARTA  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan dana Rp 3,4 triliun untuk mengakuisisi produsen gas nasional tahun ini. Dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan.
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendi Prio Santoso mengungkapkan, dana sebesar Rp 3,4 triliun merupakan modal awal untuk membeli perusahaan gas. Nilai akuisisi bisa mencapai Rp 10s.d 15 triliun. Jika dibutuhkan, perusahaan transmisi dan distribusi gas milik negara itu siap mencari pinjaman bank.

“Kami akan masuk sebagai pemegang saham minoritas dulu. Yang penting, akuisisi ini bisa menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan gas nasional,” kata Hendi, usai penandatanganan kerja sama antara PGN dan Pertamina di Jakarta, Kamis (4/2).

Hendi menegaskan, akuisisi produsen gas merupakan bagian dari investasi perseroan untuk memperkuat sektor hulu migas. PGN telah mengantungi beberapa nama perusahaan gas yang bakal dibeli oleh perseroan. Namun, Hendi mengaku belum bisa menyebutkan namanama perusahaan itu, karena proses negosiasi masih berlangsung.

Selain akuisisi, PGN akan membangun floating storage and rega-sificadon (FSRT) gas alam cair (LNG) di Medan, Sumatera Utara. Nilai investasi terminal penampung LNG itu mencapai Rp 2 triliun. Perseroan menyiapkan kas internal sebesar Rp 600 miliar, sedangkan sisanya Rp 1,4 triliun dari pinjaman bank.

“Dari total kebutuhan dana Rp 2 triliun, sekitar 30%-nya akan dibiayai kas internal dan sisanya 70% dari pinjaman bank. Saat ini, kami masih mengkaji tawaran dari beberapa bank lokal dan asing,” jelas Hendi.Lebih lanjut dia mengatakan, proyek FSRT gas alam cair di Medan akan digunakan untuk memasok bahan bakar untuk pembangkit listrik di wilayah tersebut Selama ini, pembangkit yang ada kekurangan pasokan gas, sehingga Medan dan sekitarnya mengalami pemadaman bergilir. Fasilitas itu merupakan salah satu proyek besar PGN tahun ini.

Selain itu, PGN menggandeng Pertamina untuk membangun FSRT di Jawa Barat dengan kepemilikan 4060%. Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun. Proyek itu ditargetkan beroperasi akhir 2011.
Laba Rp 5 T

Hingga akhir 2009, laba bersih PGN diperkirakan menembus Rp 5 triliun atau melonjak sekitar 690% dibandingkan 2008 sebesar Rp 633,85 miliar. Perolehan laba tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan gas. Tahun lalu, laba bersih sekitar Rp 5 triliun, bahkan saya pikir bisa lebih dari itu,” ungkap Hendi.

Hingga akhir September 2009, PGN membukukan pendapatan senilai Rp 13,51 triliun atau naik 49,8% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 9,02 triliun. Pertumbuhan pendapatan mendorong peningkatan laba usaha sekitar 68,09% dari Rp 3,51 triliun menjadi Rp 5,9 triliun. Sedangkan laba bersih melonjak hingga 145,81% menjadi Rp 4,4 triliun.

Tahun ini, Hendi memproyeksikan laba bersih tumbuh dua digit Karena itu, perseroan berencana mengembangkan kapasitas dan jaringan distribusi. Saat ini, kapasitas jaringan distribusi PGN hanya terpakai 65%. Dengan demikian.
BUMN itu berpeluang mengisi kapasitasnya sebanyak 35% lagi.

“Kalau kapasitas gas saat ini mencapai 800 mmbtu, sedangkan permintaan pasar sekitar 500-600 mmbtu. Jadi, apabila permintaan naik, kami masih bisa menaikkan kapasitas,” ujar Hendi. Tahun ini, PGN menganggarkan belanja modal {capitalexpenditure/ capex) sekitar US$ 150-200 juta. Dana capex yang bersumber dari kas internal itu akan digunakan untuk melanjutkan ekspansi, distribusi, dan kebutuhan lainnya. Kas internal PGN kini mencapai US$ 600 juta.

Analis PT eTrading Securities Suryadi Candra Kasih pernah mengungkapkan, rampungnya pembangunan pipa transmisi Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) berdampak positif terhadap arus kas perusahaan. “Kami yakin, arus kas perusahaan akan meningkat signifikan,” jelas dia dalam laporan risetnya.

Suryadi memperkirakan, pendapatan PGN pada 2009 tumbuh 38% menjadi Rp 17,7 triliun dan laba bersih melonjak 830% menjadi Rp 5,89 triliun. Pertumbuhan itu menyusul peningkatan volume produksi hingga 29% menjadi 744 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Source :Investor Daily Indonesia

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index