KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Minggu, 20 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Pertamina ajak PLN garap Karaha Bodas

26 Maret 2007

Bisnis, 26 Maret 2007
PT Pertamina mengajak PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) untuk mengembangkan proyek PLTP Karaha Bodas, yang rencananya akan dimulai kembali pada 2008 menyusul kekalahan di pengadilan Cayman Island.

Direktur Utama PT Pertamina Ari Hernanto Soemarno mengatakan pihaknya kini merupakan pemilik lapangan panas bumi Karaha Bodas. “Kami ingn bekerja sama dengan PLN mengembangkan lapangan itu,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Pertamina kini tengah bersiap mengembangkan PLTP Karaha Bodas dengan potensi panas bumi pasti sebesar 50 MW bahkan akan ditingkatkan menjadi 120 MW.

Jika ajakan Pertamina tersebut disambut oleh PT PLN, maka nilai investasi yang harus dikeluarkan BUMN listrik tersebut di PLTP Karaha Bodas diperkirakan sekitar US$300 juta.

Rencana Pertamina mengembangkan PLTP Karaha Bodas mulai tahun depan. Sejalan dengan alokasi pendanaan yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2008.

Dalam RKAP tahun ini, Pertamina hanya menganggarkan dana untuk pembayaran klaim KBC sebesar US$261 juta karena adanya perkiraan Pertamina akan kalah di pengadilan Cayman Island setelah dinyatakan kalah oleh Mahkamah Agung AS.

Saat ini, di lokasi PLTP Karaha Bodas, telah dilakukan pengeboran sebanyak 18 sumur eksplorasi untuk pembuktian potensi cadangan yang ada dan telah terbukti sebanyak 50 MW.

PT Pertamina ingin cepat melakukan pengembangan PLTP Karaba Bodas, setelah kalah dari KBC. Sebab berdasarkan kontrak yang ada, lapangan tersebut harus diserahkan kepada pemerintah jika tidak dikembangkan hingga 2010.

Ari mengungkapkan pengadilan Cayman Island telah memutuskan Pertamina harus membayar ganti rugi kepada KBC sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung AS. Semula, pengadilan Cayman Island merupakan harapan terakhir Pertamina.

Penjualan migas

Menurut dia, Pertamina telah membayar US$319 juta terdiri dari klaim US$261 juta dan bunga 4% per tahun yang diambil dari dana simpanan hasil penjualan migas BUMN tersebut di AS.

Pengadilan AS telah membekukan pencairan dana penjualan migas tersebut sejak beberapa tahun lalu dan kini pihak KBC berhak mencairkan dana tersebut sesuai dengan keputusan pengadilan Cayman Island.

Proyek PLTP Karaha Bodas ditandatangani KBC dan Pertamina pada Desember 1994. Namun karena terjadi krisis keuangan pada 1997, pemerintah menghentikan sejumlah proyek pembangkit listrik termasuk PLTP Karaha Bodas melalui Keppres No. 39/2007.

KBC yang merupakan rekanan Pertamina sebagai operator di PLTP Karaba Bodas menggugat Pertamina melalui lembaga arbitrase internasional di Jenewa, Swiss pada Desember 2000.

KBC menang di Artibtrase itu dan dikuatkan oleh keputusan pengadilan di AS hingga terakhir keputusan Mahkamah Agung pada Oktober 2006.

KBC dimiliki Caithness Energy, Florida Power dan Light, Tomen Corp, dan PT Sumarah Dayasakti sebagai mitra lokal dimana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro sempat mejadi salah satu petinggi di PT Sumarah Daya Sakti. (dwi. djanuarto@bisnis.co.id)

Source :Bisnis

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index