KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 16 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Dua Kelompok Pencuri Peralatan Pesawat PT Dirgantara Indonesia Ditangkap

28 Mei 2003

Bandung (Kompas) : Tim Serse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bandung Barat, Selasa (27/5), menciduk lagi tiga orang tersangka kelompok pencuri peralatan pesawat di PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Kali ini ditangkap kelompok pelaku pencuri lampu pilot pesawat, yakni Nurfalah, Siswantoro, dan Iqbal. Mereka adalah karyawan PT Dirgantara Indonesia.

Sehari sebelumnya, polisi telah menangkap kelompok pencuri radar pesawat jenis Cessna (colour radar indicator) dengan tiga orang tersangka masing-masing Prayitno (40), Didin Komarudin, karyawan PT Dirgantara Indonesia Divisi Air Craft Service, dan Ediyanto (45) perantara penjualan.

Kepala Polres Bandung Barat AKBP Edi Mulyono dan Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Iptu Albertus Eko Budiharto mengemukakan, dua kasus pencurian itu merugikan PT Dirgantara Indonesia sekitar ratusan juta rupiah. Harga sebuah radar pesawat Cessna sekitar Rp 300 juta sedangkan harga lampu pilot senilai Rp 15 juta.

Akan tetapi, para pencuri mengaku hanya menjual setengah dari harga untuk radar sekitar Rp 125 juta dan lampu pilot Rp 8 juta. Kedua peralatan pesawat itu dijual ke sebuah perusahaan navigasi di Jakarta.

Terungkapnya kasus itu berasal dari laporan Kepala Gudang Peralatan Dadang ketika mengecek barang di gudangnya pekan lalu. Dari Dadang, polisi kemudian memeriksa sejumlah karyawan, di antaranya tersangka Prayitno.

Sekretaris Forum Kesejahteraan Karyawan PT Dirgantara Indonesia AM Bone meminta polisi mengungkap tuntas kasus itu. Selama ini, karyawan hanya mendengar rumor pencurian tetapi tak pernah terungkap.

“Sejak zaman Pak Habibie (BJ Habibie) memimpin PT Dirgantara Indonesia kasus pencurian sering terjadi. Tetapi karyawan hanya mendengarnya sebagai rumor saja. Kasus pencurian ini perlu diungkap tuntas, jangan merugikan perusahaan yang memang sudah terpuruk,” katanya. (zal) Rabu, 28 Mei 2003.

Source :Sampai periode Maret 2003

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index