KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Kamis, 24 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Pergantian Direksi Semen Gresik Ditunda

1 Juli 2004

Jakarta, Kompas – Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas menunda pergantian direksi Semen Gresik dengan alasan laporan keuangan tahun 2003 belum selesai. Akan tetapi, rapat umum pemegang saham, Rabu (30/6) di Jakarta, menyetujui pembagian dividen interim yang diambil dari perolehan laba tahun 2003 dari Semen Gresik dan Semen Tonasa saja.
“Mengapa (direksi) belum diganti, pertimbangannya karena laporan keuangan belum selesai. Kalau direksi diganti (sekarang) nanti laporan keuangan bisa tertunda lagi. Yang penting buat kami, pergantian untuk meningkatkan kinerja perseroan,” ujar Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Telekomunikasi, dan Industri Strategis Roes Aryawijaya yang mewakili pemerintah sebagai pemegang saham seusai RUPS Semen Gresik.
Ketika ditanya apakah berarti setelah laporan keuangan diselesaikan pada September, sesuai target direksi, akan ada pergantian direksi, Roes mengatakan belum tahu.
“Untuk September kami pikirkan dahulu. Pergantian (dimaksudkan) supaya kinerja lebih tinggi lagi. Pak Satriyo (Direktur Utama Semen Gresik) dan pemegang saham berbeda dalam melihat ukuran kinerja. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu (kinerja keuangan Semen Gresik) memang lebih bagus,” kata Roes lagi.
Sebelumnya, pemerintah mengusulkan tambahan agenda untuk RUPS kemarin dengan pergantian dewan direksi. Padahal, masa jabatan dewan direksi Semen Gresik masih berlaku hingga tahun 2005.
Pembagian dividen
Direktur Utama Semen Gresik Satriyo mengatakan, pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen interim untuk laba yang didapatkan pada tahun buku 2003 sebesar 30 persen atau Rp 103,6 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp 174,68 per saham. Dividen itu hanya bersumber dari laba Semen Gresik dan Semen Tonasa yang totalnya sebesar Rp 345,3 miliar.
Sementara laba bersih ketiga pabrik semen, yaitu Semen Gresik, Semen Tonasa, dan Semen Padang sebesar Rp 399,007 miliar. Jumlah ini meningkat 100 persen dibandingkan dengan tahun 2002 yang sebesar Rp 196,227 miliar.
Meski laba Semen Padang sudah diperhitungkan dalam laporan konsolidasi, manajemen belum berani menyertakan dalam pembagian dividen interim. Alasannya, laporan keuangan Semen Padang masih dalam proses audit. “Untuk konservatifnya memang hanya dihitung dari laba Semen Gresik dan Semen Tonasa,” ujar Satriyo.
Jika laporan keuangan selesai semuanya, ada kemungkinan dividen akan ditambah dengan laba yang didapatkan Semen Padang yang tercatat sebesar Rp 42 miliar pada tahun 2003.
Meski setuju membagi dividen, rapat pemegang saham sepakat untuk menunda persetujuannya atas laporan tahunan direksi mengenai keadaan dan jalannya pengelolaan Semen Gresik selama tahun 2003, dan penundaan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2003 hingga RUPS luar biasa berikutnya, September 2004.
Siap ekspose publik
Menanggapi permintaan Bursa Efek Jakarta (BEJ) agar manajemen Semen Gresik mengadakan ekspose publik untuk menjelaskan laporan keuangannya yang mendapatkan opini disclaimer (auditor tidak memberikan pendapat) Satriyo siap jika memang penjelasan tertulis belum cukup.
Menurut prosedur BEJ, Semen Gresik harus menjelaskan kepada publik seputar status disclaimer dua tahun berturut-turut laporan keuangannya. Setelah itu, baru BEJ akan mempertimbangkan pencabutan suspensi (penghentian sementara perdagangan saham) Semen Gresik yang dilakukan Senin (28/6).
Dalam penjelasannya, auditor mengatakan keterbatasan ruang lingkup pemeriksaan atas laporan keuangan Semen Padang membuat auditor tidak cukup keyakinannya untuk menyatakan pendapat. Dokumentasi akuntasi keuangan Semen Padang masih ditata kembali dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Nilai aktiva Semen Padang mewakili 26,77 persen total nilai aktiva keseluruhan dan penghasilan bersih mewakili 16,75 persen. Satriyo menolak kabar yang mengatakan auditor tidak dapat mengaudit karena ada aset Semen Padang sebesar Rp 570 miliar yang tak dapat dipertanggungjawabkan.
Telkom
Telkom akhirnya menyerahkan laporan keuangannya pada saat-saat terakhir tenggang waktu yang dijanjikan kepada BEJ. Dalam laporan tersebut Telkom menyatakan terjadi penurunan laba bersih tahun 2003 sebesar 24,28 persen menjadi Rp 6,087 triliun dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp 8,039 triliun. Namun, Telkom masih mencatat kenaikan laba usaha sebesar 31,16 persen di tahun 2003 menjadi Rp 11,975 triliun dibandingkan tahun 2002. (joe)

Source :Jakarta

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index