KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 23 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Per 1 Februari Harga BBM Industri Turun

1 Pebruari 2007

Jakarta, Kompas – Seiring dengan penurunan harga minyak mentah di pasar internasional sepanjang Januari ini, harga bahan bakar minyak untuk industri yang berlaku mulai 1 Februari juga turun. Penurunan harga berkisar antara satu sampai empat persen.

Harga baru BBM industri adalah premium Rp 4.692 per liter (turun 3 persen), minyak tanah Rp 5.534 per liter (turun 4,4 persen), minyak solar Rp 5.117,5 per liter (turun 1,8 persen), minyak diesel Rp 4.913,95 per liter (turun 3,8 persen), dan minyak bakar Rp 3.103,85 per liter (naik 1,4 persen).

Penurunan juga terjadi untuk produk Pertamax dan Pertamax Plus. Padahal, Pertamina baru menurunkan harga dua jenis bahan bakar khusus itu pada 20 Januari. Harga Pertamax yang berlaku di Unit Pemasaran III (Jakarta dan sekitarnya) Rp 4.750 per liter (turun dari Rp 4.950), Unit Pemasaran IV (Jawa Tengah dan sekitarnya) Rp 4.950 per liter (turun dari Rp 5.250 per liter). Unit Pemasaran I (Medan dan sekitarnya) Rp 5.450 per liter (turun dari Rp 5.250).

Harga baru Pertamax Plus yang berlaku di Jakarta dan sekitarnya Rp 4.900 per liter, Jawa Tengah dan sekitarnya Rp 5.050, Medan dan sekitarnya Rp 5.550 per liter.

Kepala Divisi BBM PT Pertamina Djaelani Sutomo, Rabu (31/1), mengemukakan, berdasarkan perhitungan Pertamina, harga premium subsidi bisa diturunkan jika harga Mid Oil of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi patokan mencapai Rp 3.913 per liter. “Harga MOPS untuk premium bulan ini masih Rp 4.600-an. Jadi masih agak jauh,” kata Djaelani.

Mencermati harga MOPS

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah masih mencermati harga MOPS yang sesuai untuk menyesuaikan harga premium dan solar subsidi.

Penetapan harga di awal bulan biasanya mengacu pada harga MOPS sepanjang bulan sebelumnya. Pemerintah menggunakan acuan perbandingan harga minyak mentah jenis North Sea Brent dengan MOPS.

Apabila dilihat, harga Brent sejak minggu I sampai ke minggu III Januari menunjukkan tren penurunan harga dari kisaran 56 dollar AS per barrel ke 50 dollar AS per barrel. Memasuki minggu IV, harga mulai naik lagi ke kisaran 52 dollar AS per barrel sampai akhirnya kembali ke 55 dollar AS per barrel di minggu V.

Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Maret yang diperdagangkan di bursa London kemarin naik lagi ke angka 56,03 dollar AS per barrel.

Demikian juga untuk MOPS, menunjukkan tren penurunan yang sama. Di awal Januari harga di kisaran 61 dollar AS, terus turun hingga level 56 dollar AS di minggu III. Harga kembali terangkat naik di minggu IV hingga kembali bertahan di kisaran 62 dollar AS per barrel.

Harga minyak mentah terdorong naik setelah Arab Saudi berjanji memotong produksi sebesar 158.000 barrel per hari, terhitung sejak 1 Februari. Selain itu, permintaan produk BBM di Amerika Serikat pada Februari ini juga diprediksi meningkat.

Skenario produksi

Terkait upaya menaikkan produksi minyak mentah, mulai Kamis ini sampai besok Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengundang satu per satu perusahaan migas untuk menyampaikan rencana kerjanya.

Pemerintah menyiapkan tiga skenario untuk mencapai target peningkatan produksi minyak dan gas sebesar 30 persen pada 2009. Skenario itu terdiri atas pencapaian produksi minyak bumi hanya 1,07 juta barrel, tetapi bisa ditopang dengan produksi gas 2,065 juta barrel.

Pencapaian produksi minyak optimis 1,35 juta barrel dan gas hanya 1,886 juta barrel. Skenario terakhir adalah yang paling optimis, di mana produksi minyak naik menjadi 1,326 juta barrel dan gas 1,903 juta barrel. (DOT)

Source :Kompas

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index